Khamis, 5 November 2015

PERJALANAN ROH KETIKA MENINGGALKAN JASAD

PERJALANAN RUH KETIKA MENINGGALKAN JASAD
Katakanlah: “Sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan”. (Al Jumuah  8 ) Sesuatu yang paling ditakuti oleh setiap orang adalah kematian, berbagai usaha dilakukan untuk menghindarkan diri dari kematian. Namun bagaimanapun usaha yang dilakukan jika datang saat ajal tidak seorangpun dapat menghindar dari sergapannya. Kematian bisa datang setiap saat , kapan saja tanpa bisa diduga sebelumnya. Manusia terlalu asyik dengan kehidupan dunia sehingga kebanyakan manusia tidak  menyadari dan tidak menyiapkan diri untuk menghadapi saat  datangnya ajal.  Kematian bukanlah akhir dari segalanya , justru kematian merupakan awal perjalanan panjang yang tiada akhir. Orang yang cerdas dan mengerti mempersiapkan diri dan perbekalan dengan sebaik baiknya  untuk menghadapi datangnya kematian itu. Mereka sadar betul bahwa dibelakang kematian masih ada kehidupan panjang yang harus dilalui berupa alam barzakh, padang mahsyar, dan kehidupan akhirat yang kekal dan abadi. Mereka sadar betul bahwa kehidupan dunia ini tidak ada artinya dibandingkan kehidupan akhirat yang kekal dan abadi selama lamanya. Orang yang dungu dan bodoh tapi merasa paling cerdas dan pandai, tidak pernah peduli dengan kehidupan akhirat. Mereka hanya mempersiapkan hidupnya untuk kehidupan dunia saja. Segala sesuatu diukur dengan kesuksesan materi. Mereka hanya mempersiapakan hidupnya untuk sampai hari tua. Mereka menabung, menanam  investasi, ikut berbagai asuransi, membangun rumah, gedung mewah,dan  harta berlimpah untuk persiapan hari tua. Mereka baru menyadari semua kekeliruan mereka itu  tatkala nyawa sudah sampai ditenggorokan , dan semua itu sudah terlambat. Setelah nyawa berpisah dari badan , mereka baru menyadari kebodohan dan kekeliruan mereka . Dialam barzakh mereka berseru minta dikembalikan hidup kedunian lagi untuk memperbaiki semua kebodohan dan kekeliruan yang telah mereka lakukan selama hidup didunia  sebagaimana disebutkan dalam surat Al Mukminun ayat 99-100: 99. (Demikianlah keadaan orang-orang kafir itu), hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka, dia berkata: “Ya Tuhanku kembalikanlah aku (ke dunia). 100. agar aku berbuat amal yang saleh terhadap yang telah aku tinggalkan. Sekali-kali tidak. Sesungguhnya itu adalah perkataan yang diucapkannya saja. Dan di hadapan mereka ada dinding sampal hari mereka dibangkitkan. (Al Mukminun 99-100) Namun semua sudah terlambat , nasi sudah menjadi bubur . Tidak ada jalan bagi mereka untuk kembali hidup kedunia , karena antara mereka dan alam dunia ada barzakh (dinding) yang amat kokoh dan tidak bisa ditembus. Tidak banyak hal yang kita ketahui tentang kehidupan dialam barzakh dan proses keluarnya ruh dari tubuh ketika sakratul maut. Sejak dahulu sampai sekarang belum ada orang yang berhasil menembus alam barzakh itu untuk menceritakan pengalaman mereka dialam barzakh kepada kita yang hidup didunia ini. Kita hanya dapat informasi tentang alam barzakh dari kitab suci Al qur’an atau hadist yang disampaikan Rasulullah. Diantaranya adalah hadist terkenal dari al Barro’ bin Azib: Al-Imam Ahmad, Abu Dawud, An-Nasai, Ibnu Majah, serta yang selainnya, telah meriwayatkan dari hadits Al-Baro’ bin ‘Azib, bahwa suatu ketika para sahabat berada di pekuburan Baqi’ul ghorqod.
Lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mendatangi mereka. Beliau pun duduk. Sementara para sahabat duduk disekitarnya dengan tenang tanpa mengeluarkan suara, seakan-akan di atas kepala mereka ada burung. Mereka  sedang menanti penggalian kubur se seorang yang baru saja meninggal. Ini menunjukkan bahwa tatkala seorang hamba berada di pekuburan, dituntunkan kepada mereka  untuk bersikap tenang, diam, hening, dan tidak mengucapkan dzikir-dzikir dengan suara yang keras. Terlebih lagi berbicara mengenai urusan-urusan dunia yang fana. Dalam suasana yang seperti ini, hendaknya dia berpikir tentang kematian yang akan menimpa setiap manusia tanpa terkecuali. Sudahkah dia mempersiapkan  diri untuk menghadapinya. Ini membutuhkan perenungan yang dalam, sehingga melahirkan keimanan, ketakwaan, dan amal sholeh yang diterima disisi Allah.
Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengangkat kepalanya dan mengucapkan:
 “Aku berlindung kepada Allah dari adzab kubur.” Beliau mengucapkannya sebanyak tiga kali. Setelah itu, beliau shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:“Sesungguhnya bila seorang yang mukmin menghadap ke alam akhirat dan meninggalkan alam dunia,turun kepadanya sejumlah malaikat berwajah putih yang seolah-olah seperti matahari. Mereka membawa sebuah kain kafan dan minyak wangi dari surga. Mereka pun duduk di dekatnya sejauh mata memandang. Lalu datanglah malaikat pencabut nyawa dan duduk di dekat kepalanya.
 Malaikat pencabut nyawa berkata:“Wahai jiwa yang baik, keluarlah engkau kepada keampunan dan keridhoan Allah Subhanahu wa Ta’ala.” Maka nyawanya keluar dan mengalir seperti air yang mengucur dari mulut wadah. Lalu malaikat pencabut nyawa mengambilnya.Nyawanya tidak dibiarkan sekejap mata pun berada di tangan malaikat pencabut nyawa dan segera diambil oleh para malaikat yang berwajah putih tadi. Kemudian mereka meletakkannya pada kain kafan dan minyak wangi surga yang telah mereka bawa. Maka nyawanya mengeluarkan aroma minyak wangi misik yang paling terbaik di muka bumi. Lalu mereka menyertainya untuk naik ke langit.Tidaklah mereka melewati sekumpulan malaikat melainkan para malaikat itu akan bertanya: “Siapakah nyawa yang baik ini?” Mereka menjawab: “Ini adalah Fulan bin Fulan”, dan disebutkan namanya yang paling terbaik ketika mereka memanggilnya di dunia. Tatkala mereka telah sampai membawanya kelangit, mereka meminta agar pintu langit dibukakan untuknya. Maka dari setiap langit dia diiringi oleh para penjaganya sampai ke langit berikutnya.
Demikianlah yang akan terjadi hingga dia sampai ke langit yang disana ada Allah. Maka Allah berfirman: اكتبوا كتاب عبدي في عليين, و أعيدوه إلى الأرض, فإني منها خلقتهم, وفيها أعيدهم, و منها أخرجهم تارة أخرى “Catatlah oleh kalian bahwa hambaku (ini) berada di surga ‘illiyyin, dan (sekarang) kembalikanlah dia ke muka bumi. Sungguh darinya Aku telah menciptakan mereka, dan padanya Aku akan mengembalikan mereka, serta darinya pula Aku akan mengeluarkan mereka sekali lagi”.
Kemudian nyawanya dikembalikan ke dalam jasadnya. Lalu datanglah dua orang malaikat kepadanya. Keduanya bertanya, siapa Rabbmu? Maka dia menjawab, Rabbku adalah Allah. Keduanya kembali bertanya, apa agamamu? Maka dia menjawab, agamaku adalah islam.
Keduanya kembali bertanya, siapa orang yang telah diutus di tengah kalian ini?
Maka dia menjawab, beliau adalah utusan Allah. Keduanya kembali bertanya,siapakah yang telah mengajarimu? Maka dia menjawab, aku membaca kitab Allah, beriman kepadanya dan membenarkannya.
Kemudian terdengarlah suara yang menyeru dari langit, “Hambaku ini telah benar. Bentangkanlah untuknya permadani dari surga dan bukakanlah sebuah pintu ke surga”. Maka harum wangi surga pun menerpanya dan kuburnya diperluas sejauh mata memandang. Lalu datang kepadanya seorang yang bagus wajahnya, pakainnya, dan harum wanginya. Orang itu berkata, bergembiralah dengan segala yang akan menyenangkanmu. Ini adalah hari yang dahulu engkau telah dijanjikan.
Maka si mukmin bertanya kepadanya, “Siapakah engkau? Wajahmu adalah wajah yang datang dengan membawa kebaikan.” Dia pun menjawab, “Aku adalah amalmu yang sholih.”
Lalu si mukmin berkata,“Wahai Rabbku! Segerakanlah hari kiamat agar aku kembali kepada keluarga dan hartaku”.
Selanjutnya, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:“Adapun bila seorang yang kafir meninggalkan alam dunia dan menghadap ke alam akhirat, turun kepadanya dari langit sejumlah malaikat yang berwajah hitam legam. Mereka membawa sebuah kain kafan yang buruk dan kasar. Mereka pun duduk di dekatnya sejauh mata memandang. Lalu datanglah malaikat pencabut nyawa dan duduk di dekat kepalanya.
Malaikat pencabut nyawa berkata,“Wahai jiwa yang buruk, keluarlah engkau kepada kemurkaan dan kemarahan Allah”. Maka nyawanya tercerai berai di dalam jasadnya. Kemudian malaikat pencabut nyawa merenggut nyawanya seperti mencabut besi pemanggang daging dari bulu domba yang basah. Setelah malaikat pencabut nyawa mengambilnya, tidak dibiarkan sekejap mata pun berada di tangannya dan segera diambil oleh para malaikat yang berwajah hitam legam tadi. Lalu mereka meletakkannya pada kain kafan (yang telah mereka bawa) itu. Sehingga keluarlah dari nyawanya seperti bau yang sangat busuk di atas muka bumi. Kemudian mereka naik bersamanya. Tidaklah mereka melewati sekumpulan malaikat melainkan para malaikat itu akan bertanya, siapakah nyawa yang buruk ini? Mereka menjawab: “Ini adalah Fulan bin Fulan” dan disebutkan namanya yang paling terburuk ketika mereka memanggilnya di dunia. Kemudian mereka membawanya naik sampai ke langit dunia dan dimintakan agar pintu langit di bukakan untuknya. Namun pintu langit tidak dibukakan untuknya”.
Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam membaca ayat yang berbunyi,Sesungguhnya orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan menyombongkan diri terhadapnya, sekali-kali tidak akan dibukakan bagi mereka pintu-pintu langit  dan tidak (pula) mereka masuk surga, hingga unta masuk ke lubang jarum.
 Demikianlah Kami memberi pembalasan kepada orang-orang yang berbuat kejahatan. (Al A’raaf 40)  Selanjutnya Allah Azza wa jalla berfirman,“Catatlah oleh kalian bahwa ketetapannya berada di (neraka) Sijjiin, di bumi yang paling bawah”.Setelah itu, nyawanya benar-benar dilemparkan.
Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam membaca ayat yang berbunyi,“Barangsiapa yang berbuat syirik kepada Allah, Maka dia seolah-olah jatuh dari langit lalu disambar oleh burung,atau diterbangkan oleh angin ke tempat yang jauh”. (surat Al Hajj:ayat 31)
Demikianlah, nyawanya dikembalikan kedalam jasadnya. Maka dua orang malaikat mendatanginya lalu mendudukkannya. Keduanya bertanya, “Siapa Rabbmu?”
Dia menjawab, “Hah.. hah..aku tidak tahu”. Keduanya kembali bertanya,“Siapa orang yang telah diutus ditengah kalian ini?” Dia menjawab,“Hah..hah..aku tidak tahu.”
Kemudian terdengarlah suara yang menyeru dari langit, “Dia telah berdusta, bentangkanlah untuknya permadani dari api neraka dan bukakanlah sebuah pintu ke neraka.”
Sehingga hawa panas dan racun neraka pun menerpanya dan kuburnya dipersempit sampai tulang-tulang rusuknya saling bergeser. Lalu datang kepadanya seorang yang buruk wajahnya, pakainnya, dan busuk baunya. Orang itu berkata,“Bergembiralah dengan segala yang akan memperburuk keadanmu. Ini adalah hari yang dahulu engkau telah dijanjikan.” Maka si kafir bertanya,“Siapakah engkau? Wajahmu adalah wajah yang datang dengan membawa keburukan.”Dia pun menjawab, “Aku adalah amalmu yang buruk.” Lalu si kafir berkata,“Wahai Rabbbku! Janganlah engkau datangkan hari kiamat”.
Hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani rahimahullah di dalam kitabnya “Ahkamul Janaiz” (hal. 156-157) dan tahqiq beliau terhadap“Syarh Aqidah Thahawiyyah” (hal. 397-398).
 
Demikianlah  keadaan orang mukmin dan orang  kafir tatkala meninggalkan alam dunia dan masuk ke dalam alam akhirat yang dimulai dengan alam barzakh (alam kubur). Wallahu a’lam bi showab Ketika manusia meninggalkan alam dunia bukan berarti urusannya telah selesai. Dia akan mengalami alam kedua yaitu alam barzakh (alam kubur). Alam ini merupakan pintu masuk ke dalam alam akhirat yang sesungguhnya. Disebut dengan alam barzakh, karena makna barzakh adalah penutup atau perantara bagi dua perkara.
Maka alam barzakh adalah alam di antara alam dunia dan alam akhirat. Di alam barzakh, manusia akan mengalami berbagai masalah yang menandakan bahwa urusannya belum selesai dengan semata-mata meninggalkan alam dunia. Saat melewati alam barzakh, pertama kali yang akan dihadapinya adalah pertanyaan dua malaikat di dalam kuburnya, sebagaimana di dalam hadits Al Baro` bin ’Azib yang terdahulu.
Maka keberhasilannya di alam barzakh, mendapat kebaikan atau keburukan, akan tergantung dengan kemampuannya dalam menjawab pertanyaan dua malaikat itu. Perlu diingat, bahwa di alam barzakh, jasad manusia tidak akan mampu untuk menjawabnya. Yang akan menjawabnya adalah ruh dan jiwa manusia yang telah diisi saat di alam dunia dengan kebaikan atau keburukan.Adapun seorang yang mukmin niscaya akan dimudahkan oleh Allah untuk bisa menjawab pertanyaan kubur yaitu tentang siapa Rabmu,apa agamamu, dan siapa nabimu.
Itulah yang Allah maksudkan dengan firman-Nya: “Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh itu dalam kehidupan di dunia dan di akhirat.” (Ibrahim: 27)
Di dalam sebuah hadits yang shohih dari sahabat Al-Bara’ bin ‘Azib radhiyallahu ‘anhu , bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:“Seorang hamba yang muslim bila ditanya di dalam kuburnya, niscaya dia akan bersaksi bahwasanya tidak ada sesembahan yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Allah dan bahwasanya muhammad adalah utusan Allah”.
Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Itulah firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:“Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh itu dalam kehidupan di dunia dan di akhirat”. (HR. Al Bukhari dan Muslim)
Hadits ini menunjukkan bahwa seorang yang mukmin akan mampu mengucapkan dua kalimat syahadat “La ilaha illallah wa anna Muhammadan Rasulullah”, baik ketika di dunia maupun di akhirat. Tatkala seorang hamba menghadapi pertanyaan dua malaikat ini, maka dia akan menjawabnya sesuai dengan amal perbuatannya sewaktu di dunia.
Oleh sebab itu, seorang hamba yang berbuat dosa-dosa besar dan tidak bertaubat darinya, sangat mungkin disiksa oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala di dalam kuburnya,walaupun dia seorang yang mukmin.
Telah datang sebuah hadits dari sahabat ‘Abdullah bin Abbas radhiyallahu ‘anhuma,bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah melewati dua kuburan, lalu beliau bersabda: ”Orang-orang yang berada di dalam dua kubur ini, sungguh sedang disiksa.Dan tidaklah keduanya disiksa karena suatu masalah yang besar. Adapun salah satu dari keduanya, dahulu tidak mau menjaga diri dari air kencing. Sedangkan yang lain, dahulu biasa berjalan untuk mengadu domba”.
 (HR. Al-Bukhari dan Muslim) Hadits ini menunjukkan kepada kita sekalian bahwa dua orang yang disiksa di dalam kuburnya itu dikarenakan dosa-dosa besar.
Berarti yang disiksa oleh Allah di alam kubur bukan hanya  karena kekafiran saja tetapi juga karena dosa-dosa besar. Nasalullah salamah wal ‘afiah. Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengambil sebuah pelepah kurma yang masih basah dan membelahnya menjadi dua bagian.
Beliau meletakkannya di masing-masing dua kubur ini dengan harapan semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala memperingan siksa keduanya, selama pelepah kurma itu masih basah dan belum kering.
 
Demikianlah sedikit gambaran tentang saat keluarnya ruh dari tubuh ketika proses sakratul maut dan beberapa kejadian sesudah itu yang disampaikan Rasulullah pada kita. Mudah mudahan kisah diatas dapat memotivasi kita untuk lebih bergiat mengerjakan amal saleh untuk menyiapkan perbekalan kita menempuh perjalan panjang dialam barzakh kelak. Sekedar lebih memotivasi kita untuk mempersiapkan diri menghadapi kehidupan alam barzakh yang pasti akan kita alami kelak.
 
 Melalui pengamatan nas-nas yang shohih dari Al Quran dan sunnah serta di topang oleh pemahaman dan pandangan para ulama dalam memahami nash-nash tersebut, bahwa manusia menempuh kehidupan empat Alam: alam rahim, alam dunia, alam barzahk (kubur), alam akhirat.
Yang mana proses kehidupan setiap alam tersebut memiliki kekhususan masing-masing,tidak bisa disamakan proses kehidupan dalam setiap alam tersebut dengan kehidupan alam yang lainnya,alam rahim umpamanya mungkin saja bisa diketahui sebahagian proses kehidupan disana melalui peralatan kedokteran yang canggih, tapi di balik itu semua masih banyak keajaiban yang tidak terungkap dengan jalan bagaimanapun, semua itu merupakan rahasia yang sengaja Allah tutup dari ilmu dan pandangan umat manusia.
Allah telah menerangkan dalam firmannya yang berbunyi: {وَمَا أُوتِيتُمْ مِنَ الْعِلْمِ إِلَّا قَلِيلًا} [الإسراء/85] “Tidaklah kalian diberi ilmu kecuali sedikit saja” Apalagi bila kita hendak berbicara tentang kehidupan alam kubur dan alam akhirat, tiada pintu yang bisa kita buka kecuali pintu keimanan dengan yang ghaib, melalui teropong nas-nas Al Quran dan sunnah.
Beriman dengan hal yang ghaib adalah barometer pembeda antara seorang mu’min dengan seorang kafir.
Sebagaimana termaktub dalam firman Allah: ذَلِكَ الْكِتَابُ لَا رَيْبَ فِيهِ هُدًى لِلْمُتَّقِينَ (2) الَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِالْغَيْبِ [البقرة/2، 3] “Kitab (Al Quran) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa (yaitu) mereka yang beriman kepada yang ghaib”.
Banyak sekali nas-nas dari Al Quran dan sunnah yang mengukuhkan persoalan ini yang tidak mungkin untuk kita urai dalam tulisan yang singkat ini. Keadaan manusia dalam alam kubur Setiap manusia yang hidup di dunia ini pasti akan melewati Alam kubur.
Alam ini disebut pula alam barzakh yang artinya perantara antara alam dunia dengan alam akhirat. Sebagaimana terdapat dalam firman Allah: حَتَّى إِذَا جَاءَ أَحَدَهُمُ الْمَوْتُ قَالَ رَبِّ ارْجِعُونِ (99) لَعَلِّي أَعْمَلُ صَالِحًا فِيمَا تَرَكْتُ كَلَّا إِنَّهَا كَلِمَةٌ هُوَ قَائِلُهَا وَمِنْ وَرَائِهِمْ بَرْزَخٌ إِلَى يَوْمِ يُبْعَثُونَ [المؤمنون/99، 100]
“Apabila kematian datang kepada seseorang dari mereka, ia berkata:“Ya Tuhanku kembalikanlah aku (ke dunia). Agar aku berbuat amal yang saleh terhadap yang telah aku tinggalkan.Sekali-kali tidak. Sesungguhnya itu adalah perkataan yang diucapkannya saja. Dan di hadapan mereka ada Barzakh (pembatas) hingga hari mereka dibangkitkan”.
Para ahli tafsir dari ulama salaf sepakat mengatakan:“Barzakh adalah perantara antara dunia dan akhirat, atau perantara antara masa setelah mati dan hari berbangkit[1]“.Dinamakan alam Barzakh dengan alam kubur adalah atas keadaan yang umum terjadi, karena umumnya manusia bila meninggal dunia di kubur dalam tanah. Namun bukan berarti orang yang tidak dikubur telepas dari peristiwa-peristiwa alam barzakh.
Seperti orang yang dimakan binatang buas,tenggelam di lautan, dibakar ataupun terbakar. Sebab Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. Seperti yang diceritakan Rasulullah Sallallahu Alaihi Wa Sallam dalam sabdanya: عن أبي هريرة رضي الله عنه : أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال (قال رجل لم يعمل خيرا قط فإذا مات فحرقوه واذروا نصفه في البر ونصفه في البحر فوالله لئن قدر الله عليه ليعذبنه عذابا لا يعذبه أحدا من العالمين فأمر الله البحر فجمع ما فيه وأمر البر فجمع ما فيه ثم قال لم فعلت ؟ قال من خشيتك وأنت أعلم فغفر له ) متفق عليه.
Dari Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu bahwa Rasulullah Sallallahu Alaihi Wa Sallam bersabda: “Seorang yang tidak pernah beramal baik sedikitpun berkata kepada keluarganya: apabila ia meninggal maka bakarlah dia, lalu tumbuk tulangnya sehalus-halusnya. Kemudian sebarkan saat terjadi angin kencanng bertiup, sebagian di daratan dan sebagian lagi di lautan. Lalu ia berkata: Demi Allah, Jika Allah mampu untuk menghidupkannya, tentu Allah akan mengazabnya dengan azab yang tidak diazab dengannya seorangpun dari penduduk alam. Maka Allah memerintahkan kepada lautan dan daratan untuk mengumpulkan debunya yang terdapat dalamnya. Maka tiba-tiba ia berdiri tegak. Lalu Allah bertanya kepadanya: Apa yang mendorongnya untuk melakukan hal tersebut?[2]
 Dari kisah yang disebutkan dalam hadits di atas dapat kita lihat bagaimana seseorang tersebut berusaha untuk lari dari azab Allah dengan cara yang menurut akal pikirannya dapat membuatnya lolos dan lepas dari azab Allah. Tetapi hal tersebut tidak dapat melemahkan kekuasaan Allah. Bila seandainya ada seseorang mau melakukan tipuan terhadap Allah agar ia terlepas dari azab kubur, sesungguhnya kekuasan jauh lebih kuat daripada tipuanya.
Pada hakikatnya yang ditipunya adalah dirinya sendiri. Di alam kubur manusia akan mengalami kehidupan sampai teropet sangkakal ditiup oleh malaikat Isrofil. Di sana ada yang bersukacita dan ada pula yang berdukacita, ada yang bahagia dan ada pula yang menderita.
Sebagaimana yang diriwayatkan oleh Baraa’ bin ‘Azib Radhiallahu ‘anhu. Ia berkata:“Ketika kami menghadiri penguburan jenazah di perkuburan Baqi’ Al Gharqad Nabi Sallallahu Alaihi Wa Sallam mendatangi kami lau beliau dudk maka kamipun duduk di sekeliling beliau,bagaikan di atas kepala kami hingap burung (gambaran akan ketenangan sahabat). Orang tersebut sedang dibikinkan lahat. Lalu Rasulullah Sallallahu Alaihi Wa Sallam mengucapkan “Aku berlindung dengan Allah dari aza kubur” sebanyak tiga kali. Kemudia beliau berkta: Sesungguhnya seorang hamba apabila akan menemui kehidupan akhirat dan akan berpisah dengan kehidupan dunia. Maka para malaikat turun mendatanginya, wajah mereka bagaikan matahari.Mereka membawa kain kafan dan minyak harum dari surga. Para malaikat tersebut duduk dengan jarak sejauh mata memandang. Kemudian malaikat Maut mendatanginya dan duduk dekat kepalanya seraya berkata:Wahai jiwa yang baik keluar kepada keampunan dan keredhaan Allah. Maka keluarlah ruh tersebut bagaikan mengalirnya air dari mulut cerek.
Maka malaikat Maut mengambilnya. Bila telah diambilnya, ia tidak membiarkan ditanganya walau sekejab mata hingga para malaikat (yang membawa kafan dan minyak harum) mengabilnya. Lalu mereka bungkus ruhnya dengan kafan dan minyak harum tersebut.
Maka keluar darinya aroma bagaikan aroma minyak kasturi yang paling harum di muka bumi. Maka mereka membawa ruh tersebut naik (ke langit).
Setiap mereka melewati malaikat-malaikat mereka bertanya: Siapa harumnya yang mewangi ini? Maka menyebutnya dengan namanya dengan panggilan yang paling baik waktu di dunia. Sampai naik kelangit, lalu mereka meminta dikukan pintu langit, maka lalu dibuka untuknya. Maka malaikat penghuni setiap langit mengiringinya sampai pada langit berikutnya. Sampai mereka berakhir pada langit  yang Allah berada disana.
Maka Allah berkata: Tulislah kitab hamba-Ku pada ‘Illiyyin (tempat yang tinggi) dan kembalikan ia kebumi, sesungguhnya Aku menciptakan mereka dari bumi kemudian padanya mereka dikembalikan dan darinya mereka akan dibangkitkan kelak. Maka ruhnya dikembalikan kepada jasadnya. Lalu datanglah kepadanya dua malaikat, keduanya menyuruhnya untuk duduk dan keduanya bertanya kepadanya: Saiap tuhanmu?
 Maka ia menjawab tuhanku adalah Allah. Apa agamamu? Maka ia menjawab agamaku Islam. Siapa orang ini yang diutus kepadamu? Ia menjawab: ia adalah Rasulullah. Apa ilmumu? Ia menjawab: aku membaca kitab Allah dan aku beriman dengannya. Lalu di serukan dari langit: sungguh benar hambauku.
 Maka bentangkanlah untuknya tikar dari surga. Dan bukakan untuknya pintu surga. Maka datanglah kepadanya keharuman surga dan dilapangkan kuburnya sejauh mata memandang. Maka datang kepadanya orang yang berwajah tanpan, berpakaian yang bagus dan harum mewangi. Ia (orang berwajah tanpan) berkata: bergembiralah dengan hal yang menyenangkanmu, inilah hari yang dijanjikan untukmu.
Maka ia (mayat) bertanya: siapa anda, wajahmu yang membawa kebaikan? Maka ia menjawab: aku adalah amalmu yang sholeh. Maka sang mayat berkata: Ya Allah cepatkanlah kiamat, agar aku kembali kepada keluarga dan hartaku. Dan bila seorang kafir berpidah dari dunia dan menuju kealam akhirat. Maka para malaikat turun dari langit kepadanya dengan wajah yang hitam. Mereka membawa kain ketan yang kasar, mereka duduk dengan jarak dari mayat sejauh mata memandang.
 
Kemudian datanglah malaikat Maut duduk di dekat kepalanya. Ia berkata: Wahai jiwa yang kotor keluarlah kepada azab kemarahan Allah. Maka ruhnya menyebar pada tubuhnya, maka malaikat Maut mencabut ruhny dengan kuat seperti mencaput sisr bese dari ijuk yang basah. Bila telah diambilnya ia tidak membiarkannya sekejab mata di tangannya, sampai para malikat (ruh) meletakkanya pada kain ketan yang kasar tersebut. Lalu ia mengeluarkan bau yang paling busuk di muka bumi. Kemudian meraka para malaikat tersebut membawa naik, tiada malaikat yang mereka lewati kecuali bekata: Bau apa yang sangat keji ini? Maka ia dipanggil dengan namanya yang paling jelek waktu di dunia.
Sehingga arwahnya sampai pada langit dunia lalu malaikat meminta pintunya dibuka, maka tidak izinkan untuk dibuka untuknya.
Kemudia Rasulullah Sallallahu Alaihi Wa Sallam membaca firman Allah: { لَا تُفَتَّحُ لَهُمْ أَبْوَابُ السَّمَاءِ وَلَا يَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ حَتَّى يَلِجَ الْجَمَلُ فِي سَمِّ الْخِيَاطِ} [الأعراف/40] “Tidak dibukakan untuk mereka pintu langit, dan mereka tidak akan masuk surga sampai onta masuk kedalam lubang penjahit”.
Kemudian Allah berkata: “Tulislah catatan amalnya di Sijjin pada lapisan bumi yang paling bawah”. Maka ruhnya dilemparkan jauh-jauh.
 Kemudian Rasulullah Sallallahu Alaihi Wa Sallam membaca ayat: وَمَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَكَأَنَّمَا خَرَّ مِنَ السَّمَاءِ فَتَخْطَفُهُ الطَّيْرُ أَوْ تَهْوِي بِهِ الرِّيحُ فِي مَكَانٍ سَحِيقٍ [الحج/31] “Barangsiapa yang berbuat syirik kepada Allah, maka seolah-olah ia telah terjatuh dari langit lalu disambar oleh burung, atau diterbangkan oleh angin ke tempat yang jauh”.
Lalu ruhnya dikembalikan kepada jasadnya, dan  datang kepadanya dua orang malaikat lalu menyuruhnya dudk. Lalu kedua malaikat itu berkata: siapa tuhanmu?
Maka ia menjawab: ha ha, aku tidak tau. Lalu keduanya berkata lagi: siapakah orang ini yang diutus kepadamu? Ia menjawab lagi: ha ha, aku tidak tau.
Maka seseorang menyeru dari langit: sungguh ia telah berdusta.Maka bentangkan tikar untuknya dari api neraka dan bukakan salah satu pinti neraka untuknya. Maka datanglah kepadanya angin panas neraka. Lalu kuburnya disempitkan atasnya sehingga tulang-tulang rusuknya saling bedempet. Kemudian dating kepadanya seorang yang bewajah jelek, berpakaian jelek,berbau busuk.
Lalu orang tersebut berkata: berbahagialah dengan apa yang mennyakitimu, inilah hari yang dijanjikan padamu.
 Lalu ia (mayat) bertanya: siapa engkau yang bewajah jelek? Ia menjawab: aku adalah amalanmu yang keji. Lau simayat berkata: Tuhanku janganlah engkau datangkan kiamat”[3]. Jika seorang muslim mau merenungkan sejenak bagaimana keadaan dan kondisi kehidupannya nanti di alam kubur. Niscaya ia akan menjauhi perbuatan maksiat dan dosa.
Bayangkan bagaimana ketika kita berada dalam sebuah lubang yang sempit dan gelab, tidak ada cahaya sedikitpun. Betapa suasana gelap mencekam menimbulkan rasa takut yang dalam, napas terasa sesak, semakin lama semakin sulit untuk bernapas, rasa haus, lapar, panas, mau berteriak tidak seorangpun yang mendengar.
Akan tetapi alam kubur jauh berbeda dari semua itu. Tidak hanya sebatas apa yang tergambar ketika kita berada dalam sebuah lubang sempit dan gelap. Suasana di sana akan ditentukan oleh amalan kita sewaktu di dunia. Orang yang beramal sholeh waktu di dunia ia akan lulus dalam menjawab pertanyaan malaikat. Tidur di atas hamparan tikar dari surga, ditemani oleh orang berbau wangi dan berwajah tampan.
Kemudian senantiasa mencium bau harum hembusan angin surga.
Adapun orang yang hidup di dunia bergelimang dosa dan maksiat apalagi melakukan perbuatan syirik. Ia tidak bisa menjawab pertanyaan malaikat. Tidur di atas haparan tikar dari api neraka, di temani oleh orang berbau busuk dan berwajah buruk. Kemudian senantiasa mencium bau  busuk hembusan panas api neraka. Bahkan setiap manusia akan diperlihatkan kepadanya tempat tinggalnya saat di alam kubur pada waktu pagi dan sore.
Hal ini disebutkan oleh Rasulullah Sallallahu Alaihi Wa Sallam dalam sabdanya: «إِنَّ أَحَدَكُمْ إِذَا مَاتَ عُرِضَ عَلَيْهِ مَقْعَدُهُ بِالْغَدَاةِ وَالْعَشِىِّ إِنْ كَانَ مِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ فَمِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ وَإِنْ كَانَ مِنْ أَهْلِ النَّارِ فَمِنْ أَهْلِ النَّارِ يُقَالُ هَذَا مَقْعَدُكَ حَتَّى يَبْعَثَكَ اللَّهُ إِلَيْهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ » (رواه مسلم من حديث ابن عمر رضي الله عنه). “Apabila  seseorang telah mati, akan diperlihatkan kepadanya tempat tinggalnya pada waktu pagi dan sore. Jika ia dari penghuni surga maka diperlihatkan tempatnya di surga. Dan jika ia dari penghuni neraka maka diperlihatkan tempatnya di neraka.
Kemudian dikatakan kepadanya: inilah tempatmu yang akan engkau tempati pada hari kiamat”.
 
Diantara hikmah diperlihatkannya tempat seseorang di akhirat kelak ketika diwaktu alam kubur adalah agar semakin menimbulkan rasa syukur dalam diri orang yang beramal sholeh. Ini adalah salah satu bentuk nikmat yang dirasakannya dalam alam kubur. Adapun bagi orang berbuat dosa akan semakin menambah rasa kekecewaan dan penyesalan dalam dirinya. Ini adalah salah satu bentuk azab yang dialaminya dalam alam kubur.
Hal ini disebutkan Rasulullah Sallallahu Alaihi Wa Sallam dalam sabdanya: ((لا يدخل أحد الجنة إلا أري مقعده من النار لو أساء ليزداد شكرا ولا يدخل النار أحد إلا أري مقعده من الجنة لو أحسن ليكون عليه حسرة )). رواه البخاري من حديث أبي هريرة رضي الله عنه.
“Tidak seorang pun masuk kedalam surga kecuali diperlihatkan kepadanya tempatnya di neraka jika seandainya ia berbuat jelek. Agar bertambah rasa syukurnya. Dan tidaklah seorang pun masuk kedalam neraka kecuali diperlihatkan kepadanya tempatnya di surga seandainya ia berbuat baik. Agar semakin bertambah atasnya rasa penyesalan”.
Dalam riwayat lain disebutkan: « إِنَّ الْعَبْدَ إِذَا وُضِعَ في قَبْرِهِ وَتَوَلَّى عَنْهُ أَصْحَابُهُ إِنَّهُ لَيَسْمَعُ قَرْعَ نِعَالِهِمْ ». قَالَ « يَأْتِيهِ مَلَكَانِ فَيُقْعِدَانِهِ فَيَقُولاَنِ لَهُ مَا كُنْتَ تَقُولُ في هَذَا الرَّجُلِ ». قَالَ « فَأَمَّا الْمُؤْمِنُ فَيَقُولُ أَشْهَدُ أَنَّهُ عَبْدُ اللَّهِ وَرَسُولُهُ ». قَالَ « فَيُقَالُ لَهُ انْظُرْ إِلَى مَقْعَدِكَ مِنَ النَّارِ قَدْ أَبْدَلَكَ اللَّهُ بِهِ مَقْعَدًا مِنَ الْجَنَّةِ ». قَالَ نبي اللَّهِ صلى الله عليه وسلم « فَيَرَاهُمَا جَمِيعًا ». قَالَ قَتَادَةُ وَذُكِرَ لَنَا أَنَّهُ يُفْسَحُ لَهُ في قَبْرِهِ سَبْعُونَ ذِرَاعًا وَيُمْلأُ عَلَيْهِ خَضِرًا إِلَى يَوْمِ يُبْعَثُونَ. (رواه مسلم من حديث أنس بم مالك رضي الله عنه). “Apabila seorang hamba diletakkan di kuburnya, dan kerabatnya pergi meninggalkannya.
Sesungguhnya ia mendengar derap sandal mereka. Datanglah kepadanya dua orang malaikat lalu menyuruhnya duduk. Lalu keduanya berkata: apa perkataanmu tentang orang ini?
Adapun orang mukmin akan menjawab: aku bersaksi ia adalah hamba Allah dan utusannya.
Lalu dikatakan kepadanya: lihatlah tempatmu di neraka sungguh Allah telah menukarnya dengan tempat di surga, maka ia melihat keduanya.
Berkata Qotadah:disebutkan kepada kami bahwa kuburnya di luaskan tujuh puluh hasta, yang dipenuhi oleh tubuhan hijau sampai hari mereka dibangkit”.
Bantahan Terhadap Orang Yang Mengingkari Azab Kubur.Sebagian kelompok sempalan dalam Islam justru ada yang mengingkari dan tidak percaya dengan azab kubur, seperti orang-orang Mu’tazilah dan para pengagum pemikiran orientalis. Mereka berpegang kepada akal dan indra mereka, alasan mereka karena bertentangan dengan kenyataan.
Jika kita melakukan pengalian terhadap sebuah kuburan, besarnya tidak berobah, kita temui kuburannya tetap seluas itu. Jawapan atas argumentasi mereka tersebut adalah sebagai berikut: Pandangan dan pendapat yang tidak percaya tentang adanya azab kubur adalah batil menurut kenyataan dan akal sehat, apalagi menurut agama.

Mari kita simak pada penjelasan berikut:
Sesungguhnya yang wajib menjadi pedoman kita adalah Al Qura’an dan sunnah. Kita tidak boleh menolak ketentuan Allah dan Rasul Sallallahu Alaihi Wa Sallam dengan alasan tidak masuk akal. Karena ketika diteliti ternyata hal tersebut tidak bertentangan dengan akal. Karena yang menciptakan akal dan yang menurun syari’at adalah Allah Yang Maha Tahu.
Tidak ada ajaran agama yang tidak terima akal. Tetapi sebagian ajaran agama ada yang tidak terjangkau oleh akal dan membuat akal bertekuk lutut dihadapan agama. Oleh sebab itu Allah tidak menyerahkan manusia pada akal semata. Akan tetapi Allah mengutus para rasul dan menurunkan wahyu untuk mengarahkan akal dalam berfikir.
 
 
Alam kubur adalah alam ghaib yang memiliki kekhususan, tidak bisa diqiaskan dengan alam dunia ini.
Ada orang mencoba mengukur kebenaran azab kubur dengan panca indranya. Lalu ia mengingkari kejadian alam barzakh dengan alasan karena tidak menyaksikanya dengan panca intra. Menurut pemikirannya yang picik dan dangkal kehidupan alam kubur seperti kehidupan alam dunia.
Ini suatu kekacauan dan kekeliruan dalam mengimani alam barzakh tersebut.
Segala peristiwa di sana adalah alam ghaib yang tidak bisa dijangkau dengan panca indra biasa,tetapi bisa dijangkau dengan indra keimanan kepada alam ghaib.
Bahkan kadang kala sebagian orang menemukan bukti nyata tentang adanya azab kubur.
Seperti ketika terjadi penggalian terhadap kuburan karena alasan tertentu. Ditemukan adanya perbedaan kondisi mayat anatara satu dengan lainnya.
 Ada kondisinya yang utuh, ada yang hancur seluruh tulang teronggok di tengah, ada pula sebagian tubuhnya hacur dan sebagian utuh,dan ada pula seakan-akan baru dikubur, padahal ia sudah dikubur sejak puluhan tahun.
Semua ini menunjukkan adanya proses di alam kubur tersebut sesuai dengan kondisi keimanan masing-masing orang. Yang merasakan tentang nikmat dan azab kubur tersebut adalah orang berada dalam kubur itu sendiri.
Sebagaimana seseorang yang bermimpi dalam tidurnya merasa berada di tempat yang luas atau di tempat yang sempit. Tetapi orang yang melihatnya tidak merasakan hal itu, ia hanya melihat orang tersebut sedang tidur.
Contoh lain adalah ketika Rasulullah Sallallahu Alaihi Wa Sallam menerima wahyu di hadapan para sahabat. Rasulullah Sallallahu Alaihi Wa Sallam dapat mendengar dan melihat jibril akan tetapi para sahabat tidak mendengar dan tidak melihatnya.
Kemampuan panca indra makhluk terbatas dalam mengetahui segala sesuatu. Mereka tidak akan mampu mengatahui segala apa yang terjadi di langit dan di bumi. Sebagaimana Allah menyebutkan bahwa langit dan bumi bertasbih memuji Allah. Akan tetapi kita tidak mendengar tasbihnya. Namun kadang kala yllah memperdengarkannya kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Demikian pula halnya keadaan alam Barzakh. Kebatilan pendapat tersebut menurut kenyataan.
Dalam keyataan sehari-hari ada kondisi yang amat dekat kemiripannya dengan kondisi mayat dalam kubur tentang hal yang sedang dialaminya. Kita contohkan dua orang yang sedang tidur, salah seorang diantara mereka melihat dalam tidurnya ia sedang berada di padang hijau yang luas penuh dengan bunga-bunga. Yang lain melihat ia sedang berada dalam gua gelab yang sempit serta sangat menakutkan. Sedangkan dalam kenyataannya mereka sedang tidur terbaring dengan pulas. Tidak seorangpun yang merasakan apa yang sedang mereka alami dalam tidurnya. Demikian pula mayat yang ada dalam kubur, ia tidur namun tidurnya memiliki rahasia tentang apa yang sedang dialaminya dalam kuburnya.
Oleh sebab itu dikatakan orang: tidur adalah saudara kematian. Kebatilan pendapat tersebut menurut akal. Peristiwa yang kita gambarkan pada poin kelima di atas dapat diterima oleh akal. Bila kondisi tersebut terjadi dan kita alami di dunia, apakah tidak mungkin untuk terjadi di alam kubur. Kebatilan pendapat tersebut menurut agama.
Adapun kebatilan pendapat tersebut menurut Agama adalah sangat banyak sekali dalil yang menerangkan tentang adanya azab kubur dalam Al Quran dan hadits-hadits yang shohih. Kevalitan keyakinan tentang adanya azab kubur sangat banyak sekali dalil-dalilnya. Baik dari ayat-ayat Al Qur’an maupun dari hadist-hadits yang shohih.
Sebagiannya telah kita sebutkan diawal pembahasan ini.
Namun tidak mengapa kita tambahkan sedikit lagi pada berikut ini:Ayat-ayat Al Qur’an. Ayat Pertama: Firman Allah dalam Surat Ibrohim ayat 27 yang berbunyi: يُثَبِّتُ اللَّهُ الَّذِينَ آَمَنُوا بِالْقَوْلِ الثَّابِتِ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَفِي الْآَخِرَةِ [إبراهيم/27] “Allah meneguhkan (jawaban) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh waktu kehidupan di dunia dan di akhirat“.
Ayat ini menerangkan tentang pertolongan Allah dalamm meneguhkan jawaban orang mukmin ketika menjawab pertanyaan dua orang malaikat ketika di alam kubur.
Sebagaimana yang diterangkan dan disepakati oleh para ulama mufassirin.
Hal ini dipertegas oleh sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan muslim dalam kitab shohihnya: عَنِ الْبَرَاءِ بْنِ عَازِبٍ عَنِ النبي صلى الله عليه وسلم قَالَ « (يُثَبِّتُ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا بِالْقَوْلِ الثَّابِتِ) قَالَ « نَزَلَتْ في عَذَابِ الْقَبْرِ فَيُقَالُ لَهُ مَنْ رَبُّكَ فَيَقُولُ رَبِّىَ اللَّهُ ونبيي مُحَمَّدٌ صلى الله عليه وسلم. فَذَلِكَ قَوْلُهُ عَزَّ وَجَلَّ (يُثَبِّتُ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا بِالْقَوْلِ الثَّابِتِ في الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَفِى الآخِرَةِ) ». متفق عليه.
Melalui sahabat Barraak bin ‘Azib Radhiallahu ‘anhu  dari Nabi Sallallahu Alaihi Wa Sallam, beliau membaca firman Allah: “Allah meneguhkan (jawaban) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh waktu kehidupan di dunia dan di akhirat“.
Lalu beliau bersabda: “Ayat ini turun tentang Azab kubur. Dikatakan kepada simayat: siapakah tuhanmu? Maka ia menjawab: Tuhanku Allah, nabiku Muhammad Sallallahu Alaihi Wa Sallam. Maka itulah yang dimaksud firman Allah: “Allah meneguhkan (jawaban) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh waktu kehidupan di dunia dan di akhirat“.
Ayat Kedua: Firman Allah dalam surat Al Mu’min ayat: 45-46 yang berbunyi: وَحَاقَ بِآَلِ فِرْعَوْنَ سُوءُ الْعَذَابِ (45) النَّارُ يُعْرَضُونَ عَلَيْهَا غُدُوًّا وَعَشِيًّا وَيَوْمَ تَقُومُ السَّاعَةُ أَدْخِلُوا آَلَ فِرْعَوْنَ أَشَدَّ الْعَذَابِ [غافر/45، 46] “Fir’aun beserta kaumnya dikepung oleh azab yang amat buruk. Kepada mereka dinampakkan neraka pada pagi dan petang, dan pada hari terjadinya Kiamat. (Dikatakan kepada malaikat): “Masukkanlah Fir’aun dan kaumnya ke dalam azab yang sangat keras.” Ayat yang mulia ini menjelaskan bahwa Fir’aun dan pengikutnya telah mendapat azab di alam barzakh (kubur), dinampakkan kepada mereka neraka pagi dan petang sebelum hari berbangkit.
Adapun pada hari kiamat Fir’aun dan kaumnya akan dimasukkan kedalam azab yang lebih keras lagi. Imam Qurthubi mengomentari ayat diatas dalam tafsirnya: “Jumhur para mufasiriin mengatakan bahwa penampakkan tersebut terjadi pada alam Barzakh (kubur).
Dan ini adalah hujjah dalam ketetapan azab kubur”[4]. Demikian pula komentar Imam Ibnu Katsir dalam tasirnya: “Ayat ini adalah landasan yang kokoh sebagai dalil Ahlussunnah atas azab Barzakh di dalam kubur”[5]. Ayat Ketiga: Firman Allah dalam surat At Taubah ayat:101 yang berbunyi: سَنُعَذِّبُهُمْ مَرَّتَيْنِ ثُمَّ يُرَدُّونَ إِلَى عَذَابٍ عَظِيمٍ [التوبة/101]
“Kami akan menyiksa mereka dua kali kemudian mereka akan dikembalikan kepada azab yang besar”. Ayat ini telah dijadikan dalil tentang adanya azab kubur oleh para ulama salaf [6],sepeti Mujahid, Qotadah dan Imam Bukhari.
Berkata Mijahid dalam menafsirkan “Kami akan menyiksa mereka dua kali kemudian mereka akan dikembalikan kepada azab yang besar“: yakni “Dengan kelaparan dan azab kubur, kemudian mereka dimasukkan kedalam azab yang lebih dahsyat pada hari kiamat”.
Berkata Imam Qotadah:“Kami akan menyiksa mereka dua kali kemudian mereka akan dikembalikan kepada azab yang besar” yakni “Azab dunia dan azab alam kubur  kemudian mereka dimasukkan kedalam azab yang lebih dahsyat”[7].
 Demikian pula Imam Bukhary berdalil dengan ayat sebelumnya dan ayat ini tentang adanya azab kubur. Sebagaimana beliau sebutkan dalam kitab shohih beliau diawal Bab: “Dalil-dalil tentang azab kubur[8]“. Hadits-hadits Rasulullah Sallallahu Alaihi Wa Sallam. Adapun dalil dari hadits-hadits Rasulullah Sallallahu Alaihi Wa Sallam tentang azab kubur sangat banyak sekali.
 Pada berikut ini kita sebutkan sebagian kecil saja sebagai tambahan dari apa yang telah disebutkan pada awal pembahasan ini.
Hadits Pertama: عَنْ أَنَسٍ رضي الله عنه أَنَّ النبي صلى الله عليه وسلم قَالَ «لَوْلاَ أَنْ لاَ تَدَافَنُوا لَدَعَوْتُ اللَّهَ أَنْ يُسْمِعَكُمْ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ». رواه مسلم. Dari Anas Radhiallahu ‘anhu bahwa Nabi Sallallahu Alaihi Wa Sallam bersabda: “Jika seandainya kalian tidak akan dikubur, sungguh aku berdo’a kepada Allah untuk mendengarkan kalian dari azab kubur”.
Dalam hadits ini Nabi Sallallahu Alaihi Wa Sallam memberitahukan kepada para sahabat tentang kepastian adanya azab kubur. Bahkan beliau berkeinginan untuk berdo’a kepada Allah agar memperdengarkannya kepada para sahabat.
Tetapi ada hal yang menghalangi beliau adalah karena mereka akan menghadapinya di kubur. Hal akan berakibat membuat orang tidak akan merasa tentram dalam hidupnya ketika mendengar azab kubur tersebut. Dan bisa-bisa membawa kepada keputus asaan dalam diri seseorang. Serta dapat mengganggu dalam merasakan nikmat-nikmat dunia yang diberikan Allah kepada mereka. Sebagaimana yang diterangkan oleh para ulama tentang hikmah untuk tidak diperdengarkannya azab kubur tersebut kepada manusia. Hadits Kedua: عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ رضي الله عنه قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم « إِذَا تَشَهَّدَ أَحَدُكُمْ فَلْيَسْتَعِذْ بِاللَّهِ مِنْ أَرْبَعٍ يَقُولُ اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ وَمِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ وَمِنْ شَرِّ فِتْنَةِ الْمَسِيحِ الدَّجَّالِ ». رواه مسلم.
Dari Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu ia berkata: telah bersabda Rasulullah Sallallahu Alaihi Wa Sallam: “Apabila salah seorang kalian telah selesai membaca Tasyahud, maka hendakla ia berlindung kepada Allah dari empat hal: Ya Allah Aku berlindung dengan-Mu dari azab neraka Jahannam, dari azab kubur, dari fitnah kehidupan dan kematian serta dari fitnah Masih Dajjal”.
Hadits ini menunjukkan tentang keberadaan azab kubur. Kalau seandainya tidak ada untuk Rasulullah Sallallahu Alaihi Wa Sallam menyuruh umat berlindung dengan Allah dari azab kubur. Tentulah perintah tersebut akan menjadi sia-sia bila azab kubur tersebut tidak ada. Bahkan banyak sekali hadits yang menyebutkan tentang do’a Rasulullah Sallallahu Alaihi Wa Sallam agar dilindungi Allah dari azab kubur.
 Hal ini menunjukkan begitu urgennya masalah beriman dengan zab kubur. Hadits Ketiga: عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ مَرَّ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم عَلَى قَبْرَيْنِ فَقَالَ « أَمَا إِنَّهُمَا لَيُعَذَّبَانِ وَمَا يُعَذَّبَانِ فِى كَبِيرٍ أَمَّا أَحَدُهُمَا فَكَانَ يَمْشِى بِالنَّمِيمَةِ وَأَمَّا الآخَرُ فَكَانَ لاَ يَسْتَتِرُ مِنْ بَوْلِهِ ». متفق عليه.
Dari Ibnu Abbas Radhiallahu ‘anhu ia berkata: Rasulullah Sallallahu Alaihi Wa Sallam melewati dua kuburan. Lalu beliau berkata: sesungguhnya keduanya sedang di azab. Keduanya diazab bukan karena dosa besar.
Adapun salah seorang mereka suka memfitnah (mengadu-domba). Dan yang lain tidak bersuci ketika buang air kecil”.
Dalam hadits ini Rasulullah Sallallahu Alaihi Wa Sallam diberitahu oleh Allah tentang keadaan dua orang penghuni kuburan tersebut. Bahwa keduanya sedang diazab dalam kuburnya. Karena sebelum terjadi hari kiamat belum ada orang yang diazab dalam neraka.
Adapun peristiwa yang digambarkan kepada Rasulullah Sallallahu Alaihi Wa Sallam ketika isra’ mikraj adalah tentang keadaan setelah hari kiamat kelak.
Kemudian dalam hadits tersebut terdapa dua bentuk sebab yang biasa menyebabkan seseorang diazab dalam kuburnya. Pertama orang yang suka memfitnah atau mengadu domba di tengah masyarakat. Kedua orang yang tidak bersuci ketika selesai buang air kecil. Kesimpulan: Azab kubur adalah benar-benar ada, dan kita wajib beriman kepadanya karena ia adalah bagian dari beriman kepada yang ghaib. Azab kubur adalah umum untuk seluruh msnusia, tidak khusus dengan umat nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wa Sallam.

Diantara Azab atau nikmat kubur ada yang berhubungan dengan ruh dan jasad secara bersamaan. Dan ada pula yang khusus berhubungan dengan ruh saja. Semua ruh orang yang telah meninggal dunia berada di alam Barzakh, sekalipun ia pelaku maksiat atau orang kafir. Seseorang tidak akan masuk surga atau neraka kecuali setelah terjadinya hari kiamat dan dibangkitnya seluruh manusia dari kuburnya. Pelajaran di balik keimanan kepada Azab Kubur.
Dalam keimanan kepada azab kubur tersimpan banyak hikmah dan pelajaran bagi pribadi  seorang muslim. Diantara pelajaran yang dapat kita ambil dari keimanan kita kepada azab kubur adalah sebagai berikut: Menanamkan dalam diri seseorang sikap mawas diri dalam meninggalkan perintah-perintah agama. Memiliki kemauan yang tinggi dalam melakukan amal sholeh, agar mendapat keberuntungan di alam kubur. Menimbulkan dalam diri seseorang rasa takut untuk melakukan maksiat, agar terhindar dari azab kubur.
[1] Lihat tafsir Thobary: 18/53. [2] Kisah ini terdapat dalam Shohih Bukhari (7067) dan Shohih Muslim:  (7157). [3]  Diriwayatkan oleh imam Ahmad dan dishohihkan oleh syeikh Albany dalam “Shohih Jami’ ash Shoghiir” no (1676). [4] Lihat tasir Qurthuby: 15/318. [5] Lihat tafsi Ibnu Katsir: 4/82. [6] Lihat tafsir Thobari: 11/9-12. [7] Lihat perkataan dua imam tersebut dalam tafsir Thobary: 11/10-11. [8] Lihat shohih Al  Bukhari

Sabtu, 13 Disember 2014

SEJARAH ABIDZAR AL GHIFARI

(Makna dan sejarah disebalik nama yg ku pilih utk Bakal Anak Ku.
Entah bila masa datangnya masih diawang awangan.Tapi ini yg ku sudah siapkan buatnya.Manalah tau hayatku tak panjang..Sesungguhnya maut datang bila2 masa saja tanpa kita duga dan jangka.
Jadi,sebelum itu ku siapkan dulu nama yg baik buatnya supaya dengan harapan agar dia dapat keperibadian Ahli Sufi ini.)

Biografi:
Abidzar al Ghifari Atau Abu Dzar nama yg paling umum kenali.

Abu Dzar berasal dari suku Ghifar (dikenal sebagai penyamun pada masa sebelum datangnya Islam). Ia memeluk Islam dengan sukarela, ia salah satu sahabat yang terdahulu dalam memeluk Islam. Ia mendatangi Nabi Muhammad langsung ke Mekkah untuk menyatakan keislamannya.

Setelah menyatakan keislamannya, ia berkeliling Mekkah untuk meneriakkan bahwa ia seorang Muslim, hingga ia dipukuli oleh suku Quraisy. Atas bantuan dari Abbas bin Abdul Muthalib, ia dibebaskan dari suku Quraisy, setalah suku Quraisy mengetahui bahwa orang yang dipukuli berasal dari suku Ghifar. Ia mengikuti hampir seluruh pertempuran-pertempuran selama Nabi Muhammad hidup.

Orang-orang yang masuk Islam melalui dia, adalah : Ali-al-Ghifari, Anis al-Ghifari, Ramlah al-Ghifariyah.

Dia dikenal sangat setia kepada Rasulullah. Kesetiaan itu misalnya dibuktikan sosok sederhana ini dalam satu perjalanan pasukan Muslim menuju medan Perang Tabuk melawan kekaisaran Bizantium. Karena keledainya lemah, ia rela berjalan kaki seraya memikul bawaannya. Saat itu sedang terjadi puncak musim panas yang sangat menyayat.

Dia keletihan dan roboh di hadapan Nabi SAW. Namun Rasulullah heran kantong airnya masih penuh. Setelah ditanya mengapa dia tidak minum airnya, tokoh yang juga kerap mengkritik penguasa semena-mena ini mengatakan, "Di perjalanan saya temukan mata air.

Saya minum air itu sedikit dan saya merasakan nikmat. Setelah itu, saya bersumpah tak akan minum air itu lagi sebelum Nabi SAW meminumnya." Dengan rasa haru, Rasulullah berujar, "Engkau datang sendirian, engkau hidup sendirian, dan engkau akan meninggal dalam kesendirian. Tapi serombongan orang dari Irak yang saleh kelak akan mengurus pemakamanmu." Abu Dzar Al Ghifary, sahabat setia Rasulullah itu, mengabdikan sepanjang hidupnya untuk Islam.

Sebelum Masuk Islam
Tidak diketahui pasti kapan Abizar lahir. Sejarah hanya mencatat, ia lahir dan tinggal dekat jalur kafilah Mekkah, Syria. Riwayat hitam masa lalu Abizar tak lepas dari keberadaan keluarganya.

Abizar yang dibesarkan di tengah-tengah keluarga perampok besar Al Ghiffar saat itu, menjadikan aksi kekerasan dan teror untuk mencapai tujuan sebagai profesi keseharian. Itu sebabnya, Abizar yang semula bernama Jundab, juga dikenal sebagai perampok besar yang sering melakukan aksi teror di negeri-negeri di sekitarnya.

Kendati demikian, Jundab pada dasarnya berhati baik. Kerusakan dan derita korban yang disebabkan oleh aksinya kemudian menjadi titik balik dalam perjalanan hidupnya: Insyaf dan berhenti dari aksi jahatnya tersebut. Bahkan tak saja ia menyesali segala perbuatan jahatnya itu, tapi juga mengajak rekan-rekannya mengikuti jejaknya. Tindakannya itu menimbulkan amarah besar sukunya, yang memaksa Jundab meninggalkan tanah kelahirannya.

Bersama ibu dan saudara lelakinya, Anis Al Ghifar, Abizar hijrah ke Nejed Atas, Arab Saudi. Ini merupakan hijrah pertama Abizar dalam mencari kebenaran. Di Nejed Atas, Abizar tak lama tinggal. Sekalipun banyak ide-idenya dianggap revolusioner sehingga tak jarang mendapat tentangan dari masyarakat setempat.

Masuk Islam
Mendengar datangnya agama Islam, Abizar pun berpikir tentang agama baru ini. Saat itu, ajaran Nabi Muhammad ini telah mulai mengguncangkan kota Mekkah dan membangkitkan gelombang kemarahan di seluruh Jazirah Arab. Abizar yang telah lama merindukan kebenaran, langsung tertarik kepada Rasulullah, dan ingin bertemu dengan Nabi SAW. Ia pergi ke Mekkah, dan sekali-sekali mengunjungi Ka'bah. Sebulan lebih lamanya ia mempelajari dengan seksama perbuatan dan ajaran Nabi. Waktu itu masyarakat kota Mekkah dalam suasana saling bermusuhan.

Demikian halnya dengan Ka'bah yang masih dipenuhi berhala dan sering dikunjungi para penyembah berhala dari suku Quraisy, sehingga menjadi tempat pertemuan yang populer. Nabi juga datang ke sana untuk salat.

Seperti yang diharapkan sejak lama, Abizar berkesempatan bertemu dengan Nabi. Dan pada saat itulah ia memeluk agama Islam, dan kemudian menjadi salah seorang pejuang paling gigih dan berani.

Bahkan sebelum masuk Islam, ia sudah mulai menentang pemujaan berhala. Dia berkata: "Saya sudah terbiasa bersembahyang sejak tiga tahun sebelum mendapat kehormatan melihat Nabi Besar Islam." Sejak saat itu, Abizar membaktikan dirinya kepada agama Islam.

Kisah masuk Islamnya Abu DzarSunting

Diceritakan oleh (Abu Jamra): Ibn Abbas r.a berkata pada kami: Maukah kalian aku ceritakan kisah tentang masuk Islamnya Abu Dzar? Kami menjawab: "Ya"

Abu Dzar berkata, "Aku adalah seorang pria dari kabilah Ghifar, Kami mendengar bahwa ada seseorang mengaku nabi di Mekkah. Aku bilang pada seorang saudaraku,

'Pergilah temui orang itu, bicaralah dengannya lalu kabarkanlah beritanya padaku'. Dia pergi menjumpainya dan kembali. Aku bertanya padanya, 'Ada kabar apa yang kau bawa?', Dia berkata,

'Demi Allah, aku melihat seorang pria mengajak pada hal-hal yang baik dan melarang hal-hal yang buruk', Aku berkata padanya, 'Kamu tidak memuaskan keingin-tahuanku dengan keterangan yang hanya sedikit itu' .

Aku mengambil kantung air dan tongkat lalu pergi menuju Mekkah. Aku tak tahu siapa dan seperti apa nabi itu, dan akupun tak mau menanyakan hal itu pada siapapun. Aku terus minum air zam-zam dan terus berdiam diri di sekitar Ka'bah. Lalu Ali lewat didepanku, dia bertanya, 'Sepertinya anda orang asing disini? 'Aku jawab 'Ya'.

Dia mengajakku kerumahnya, aku lalu mengikutinya. Dia tidak menanyakan apapun padaku, Akupun tidak mengatakan apa-apa padanya.

Besok paginya aku pergi lagi ke Ka'bah untuk menanyakan perihal nabi itu pada orang-orang disana, tapi tak seorangpun mengatakan sesuatu tentangnya. Ali kembali lewat dihadapanku dan bertanya,

'Adakah seseorang yang belum juga menemukan tempat tinggalnya?', Aku bilang,'Tidak'. Dia berkata,

'Kemari mendekatlah padaku'. Lalu dia bertanya,

'Anda punya urusan apa disini? Apa yang membuat anda datang ke kota ini?'. Aku bilang padanya,

'Jika kamu bisa menjaga rahasiaku, maka aku akan mengatakannya ', Dia menjawab,

'Akan aku lakukan'. Aku berkata padanya,

'Kami mendengar bahwa ada seseorang di kota ini mengaku dirinya sebagai seorang nabi...aku lalu mengutus seorang saudaraku untuk bicara dengannya dan waktu dia kembali, dia membawa kabar yang tidak memuaskan. Jadi aku berpikir untuk bertemu dengannya secara langsung'. Ali berkata,

'Tercapailah sudah tujuanmu, Aku mau menemui dia sekarang, jadi ikutlah denganku dan kemanapun aku masuk ke suatu tempat, masuklah setelahku. Jika aku menjumpai seseorang yang mungkin akan menyusahkanmu, aku akan berdiri didekat tembok berpura-pura memperbaiki sepatuku (sebagai tanda peringatan) dan anda harus segera pergi'.

Kemudian Ali berjalan dan aku mengikutinya sampai dia masuk ke suatu tempat dan aku masuk dengannya menemui sang nabi yang padanya aku berkata,

'Terangkanlah hakekat Islam itu padaku'. Waktu dia menjelaskannya, aku langsung menyatakan masuk Islam seketika itu juga.

Nabi bersabda,'Wahai Abu Dzar, simpanlah perkataanmu itu sebagai rahasiamu dan pulanglah ke daerah asalmu dan apabila kamu mendengar kabar tentang kemenangan kami, kembalilah temuilah kami'. Aku berkata,

'Demi Dia Yang telah mengutus engkau dalam kebenaran, aku akan mengumumkan ke-Islamanku secara terang-terangan dihadapan mereka (kaum musyrikin)'. Abu Dzar pergi ke Ka'bah dimana banyak orang-orang Quraish berkumpul, lalu berseru,

'Hai, Kalian orang-orang Quraish! Aku bersaksi (Ashadu a lâ ilâha ill-Allah wa ashadu anna Muhammadan abduhu wa rasuluhu) Tiada Tuhan selain Allah dan aku bersaksi Muhammad itu hamba dan rasul Allah!'. (Mendengar hal itu) Orang-orang Quraish itu berteriak,

'Tangkap Sâbi itu (Muslim itu)! Mereka bangkit lalu memukuliku sampai hampir mati. Al Abbas melihatku lalu menabrakkan badannya ke badanku untuk melindungiku. Lalu dia menghadapi mereka dan berkata,

'Ada apa dengan kalian ini! Apakah kalian mau membunuh seorang dari kabilah Ghifar?, padahal selama ini kalian berdagang dan berkomunikasi dengan dunia luar melewati daerah kekuasaan mereka?!'. Mereka lalu meninggalkanku...

Besok paginya aku kembali ke Ka'bah dan berseru sama persis seperti yang aku lakukan kemarin, mereka kembali berteriak,

'Tangkap Sâbi itu (Muslim itu)!'. Lalu aku dipukuli (sampai hampir mati) sama seperti kemarin, dan kembali Al Abbas menghampiri diriku dan menabrakkan badannya ke badanku untuk melindungiku, dan dia berkata pada mereka sama seperti yang dia lakukan kemarin.

Begitulah kisah tentang masuk Islamnya Abu Dzar r.a (4:725-OB)

Menjadi Sahabat Nabi
Mendapat kepercayaan Nabi SAW, Abizar ditugaskan mengajarkan Islam di kalangan sukunya. Meskipun tak sedikit rintangan yang dihadapinya, misi Abizar tergolong sukses. Bukan hanya ibu dan saudara-saudaranya, hampir seluruh sukunya yang suka merampok berhasil diislamkan. Itu pula yang mencatatkan dirinya sebagai salah seorang penyiar Islam fase pertama dan terkemuka.

Rasulullah sendiri sangat menghargainya. Ketika dia meninggalkan Madinah untuk terjun dalam "Perang pakaian compang-camping", dia diangkat sebagai imam dan administrator kota itu. Saat akan meninggal dunia, Nabi memanggil Abizar. Sambil memeluknya, Rasulullah berkata: "Abizar akan tetap sama sepanjang hidupnya." Ucapan Nabi ternyata benar, Abizar tetap dalam kesederhanaan dan sangat saleh. Seumur hidupnya ia mencela sikap hidup kaum kapitalis, terutama pada masa khalifah ketiga, Usman bin Affan, ketika kaum Quraisy hidup dalam gelimangan harta.

Bagi Abizar, masalah prinsip adalah masalah yang tak bisa ditawar-tawar. Itu sebabnya, hartawan yang dermawan ini gigih mempertahankan prinsip egaliter Islam. Penafsirannya mengenai "Ayat Kanz" (tentang pemusatan kekayaan), dalam surat Attaubah, menimbulkan pertentangan pada masa pemerintahan Usman, khalifah ketiga.

"Mereka yang suka sekali menumpuk emas dan perak dan tidak memanfaatkannya di jalan Allah, beritahukan mereka bahwa hukuman yang sangat mengerikan akan mereka terima. Pada hari itu, kening, samping dan punggung mereka akan dicap dengan emas dan perak yang dibakar sampai merah, panasnya sangat tinggi, dan tertulis: Inilah apa yang telah engkau kumpulkan untuk keuntunganmu. Sekarang rasakan hasil yang telah engkau himpun."

Atas dasar pemahamannya inilah, Abizar menentang keras ide menumpuk harta kekayaan dan menganggapnya sebagai bertentangan dengan semangat Islam. Soal ini, sedikit pun Abizar tak mau kompromi dengan kapitalisme di kalangan kaum Muslimin di Syria yang diperintah Muawiyah, saat itu.

Menurutnya, sebagaimana dikutip dalam buku Tokoh-tokoh Islam yang Diabadikan Alquran, merupakan kewajiban Muslim sejati menyalurkan kelebihan hartanya kepada saudara-saudaranya yang miskin.

Untuk memperkuat pendapatnya itu, Abizar mengutip peristiwa masa Nabi: "Suatu hari, ketika Nabi Besar sedang berjalan bersama-sama Abizar, terlihat pegunungan Ohad.

Nabi berkata kepada Abizar, 'Jika aku mempunyai emas seberat pegunungan yang jauh itu, aku tidak perlu melihatnya dan memilikinya kecuali bila diharuskan membayar utang-utangku. Sisanya akan aku bagi-bagikan kepada hamba Allah'."n her

Pelayan Dhuafa dan Pelurus Penguasa

Semasa hidupnya, Abizar Al Ghifary sangat dikenal sebagai penyayang kaum dhuafa. Kepedulian terhadap golongan fakir ini bahkan menjadi sikap hidup dan kepribadian Abizar. Sudah menjadi kebiasaan penduduk Ghiffar pada masa jahiliyah merampok kafilah yang lewat. Abizar sendiri, ketika belum masuk Islam, kerap kali merampok orang-rang kaya. Namun hasilnya dibagi-bagikan kepada kaum dhuafa. Kebiasaan itu berhenti begitu menyatakan diri masuk agama terakhir ini.

Prinsip hidup sederhana dan peduli terhadap kaum miskin itu tetap ia pegang di tempat barunya, di Syria. Namun di tempat baru ini, ia menyaksikan gubernur Muawiyah hidup bermewah-mewah. Ia malahan memusatkan kekuasaannya dengan bantuan kelas yang mendapat hak istimewa, dan dengan itu mereka telah menumpuk harta secara besar-besaran. Ajaran egaliter Abizar membangkitkan massa melawan penguasa dan kaum borjuis itu. Keteguhan prinsipnya itu membuat Abizar sebagai 'duri dalam daging' bagi penguasa setempat.

Ketika Muawiyah membangun istana hijaunya, Al Khizra, salah satu ahlus shuffah (sahabat Nabi SAW yang tinggal di serambi Masjid Nabawi) ini mengkritik khalifah, "Kalau Anda membangun istana ini dari uang negara, berarti Anda telah menyalahgunakan uang negara. Kalau Anda membangunnya dengan uang Anda sendiri, berarti Anda melakukan 'israf' (pemborosan)." Muawiyah hanya terpesona dan tidak menjawab peringatan itu.

Muawiyah berusaha keras agar Abizar tidak meneruskan ajarannya. Tapi penganjur egaliterisme itu tetap pada prinsipnya. Muawiyah kemudian mengatur sebuah diskusi antara Abizar dan ahli-ahli agama. Sayang, pendapat para ahli itu tidak mempengaruhinya.

Muawiyah melarang rakyat berhubungan atau mendengarkan pengajaran salah satu sahabat yang ikut dalam penaklukan Mesir, pada masa khalifah Umar bin Khattab ini. Kendati demikian, rakyat tetap berduyun-duyun meminta nasihatnya. Akhirnya Muawiyah mengadu kepada khalifah Usman. Ia mengatakan bahwa Abizar mengajarkan kebencian kelas di Syria, hal yang dianggapnya dapat membawa akibat yang serius.

Keberanian dan ketegasan sikap Abizar ini mengilhami tokoh-tokoh besar selanjutnya, seperti Hasan Basri, Ahmad bin Hanbal, Ibnu Taimiyah, dan lainnya. Karena itulah, tak berlebihan jika sahabat Ali Ra, pernah berkata: "Saat ini, tidak ada satu orang pun di dunia, kecuali Abuzar, yang tidak takut kepada semburan tuduhan yang diucapkan oleh penjahat agama, bahkan saya sendiri pun bukan yang terkecuali.
**Itu sajalah Kisah Yg Mampu Dikongsi ke FB.Sila Buat Research Sendiri jika berminat utk mengenalinya lebih dalam lagi.
WAASALAM
♥♥(ANAK UMMI YG DIKASIHI; ABIDZAR RAIHAN AL GHIFARI RASHID.INI HADIAH UMMI BUATMU.JIKA BESOK KAMU BESAR DAN UMMI SUDAH TIADA.BACALAH KISAH INI DAN KAMU AKAN MENGERTI MENGAPA UMMI DAN ABIH MEMILIH NAMA INI UNTUK MU.CONTOHILAH KEPERIBADIAN AHLI SUFI INI,WALAU TIDAK 100%.TAPI CUKUPLAH JIKA KAMU DAPAT BERBAKTI PADA BANGSA JUGA AGAMA DAN PERJUANGKAN ISLAM YG MURNI DI KOTA SINGA INI.WALAU SEKADAR DENGAN KAU BERDAKWAH UNTUK KELUARGAMU,PAK CIK & MAK CIKMU,NENEK & ATOKMU(JIKA MEREKA MASIH ADA) SERTA ANAK ISTERIMU BELAKANG HARI.TAPI  SUDAH CUKUP MEMBANGGAKAN UMMI DI ALAM ROH DISISI RASULLULLAH & PARA MALAIKATNYA.
JIKA DATANG MENZIARAHI PUSARA UMMI,TAK PERLU BACAAN AYAT SUCI PANJANG LEBAR.CUKUP DENGAN AL FATEHAH SAJA BUAT UMMI.TAHLIL TAHUNAN JIKA MAMPU CUKUP KAMU,ABIHMU DAN AHLI KELUARGA UMMI SAJA YG BACA BACAAN TAHLIL ITU.JIKA TIDAK MAMPU, SERAHKAN KE MASJID URUSKAN DAN UANGMU DIBELIKAN MAKANAN KEMUDIAN KAMU ZAKATKAN BUAT FAKIR MISKIN YG BERHAK.
UMMI TIDAK MINTA KAMU UNTUK MENJADI SEORANG USTAS KERNA KETAHUILAH YA ANAKKU.SEORANG USTAZ ITU BELUM JAMINAN UTK SESEORANG MENJADI AHLI SYURGA.TETAPI ALLAH MELIHAT MELALUI APA YG KAMU PERSEMBAHKAN BUATNYA DALAM HATIMU.)♥♥

Sabtu, 20 September 2014

MAMA KU INGIN PULANG♥♥♥♥

Aku ingin kebahagiaan kekal bersamaku.Tapi aku selalu kecundang.
Adakah ini balasan padaku diatas segala dosaku?Aku juga seperti manusia lain yg mendambakan kebahagiaan dalam hidupnya.Namun sayang seribu kali sayang,kebahagiaan yg hadir buatku hanya sementara.Adakalanya aku berasa seakan kesabaranku sudah tiada dan ketabahanku makin goyah tidak seteguh dulu.
Ingin skali aku berteriak sekuat hati untuk ku luahkan segala kemarahanku.Mahu saja aku buangkan saja diriku di juram yg dalam agar tamat sudah riwayatku agar tiada lagi penderitaanku.
Ya allah ampunkan aku!!Bukan bermaksud aku hendak berputus asa pada qudratmu.Dan tidak aku berniat mahu berkeluh kesah pada takdirmu.Ku redah jika ini semua adalah tulisanmu dalam diari hidupku untuk aku jalaninya.Aku tidak berdaya lagi Ya Tuhan...Aku sedar bahawa ujianmu ini adalah yg diatas kemampuanku.Tapi rasanya kali ini aku kalah ya tuhan..Aku sudah tiada kekuatan lagi untuk aku memikulnya.
Jika ini adalah kiffarah darimu yg perlu aku bayar demi untuk membebaskan aku dari hutang2 dosaku..Ya Allah Aku Rela!!!Demi Kasihku Padamu Ya Robbi!!Aku Sanggup...Aku Ihklas menerimanya.
Tapi soalanku adalah...Sampai Bila Ya Tuhan harus aku membayarnya??
Adakah sampai nanti bila tiba masa aku kau jemput pulang...barulah aku akan bahagia dan bebas dari hukuman Kiffarah darimu ini???
ASTAGHFIRULLAH AL AHZIM!!!
Ya Kasihku...Ditika ini aku terlalu sakit skali.Hatiku bagai di toreh2 dengan pisau belati hingga robek2.Impian dan harapanku terhempas hingga berkecai tanpa meninggalkan cebisan apa2 lagi,untuk aku mengutipnya agar dicantum kembali.Pilu sepilu2nya naluri ini menangisi nasib diri ini yg tiada pernah putus dirundung duka.
Duka Ku Yg Tiada Penamatnya...Ya Allah Ampun Kan Aku!!!
Jemputlah Aku Pulang Segera Agar Aku Kekal Disisimu.Aku Lebih bahagia dipalu dan menerima azab siksaan kubur darimu diatas dosaku,Daripada aku harus menelan azab di atas muka bumi ini... :'-(
Memang belum cukup bekalan ku untuk kubawa bersama dalam perjalanan mengadapmu dialam barzah.Tapi itu hanya kau yg akan tentukan dan sambut kepulanganku.Dan ku yakin pada cintamu buatku.
P/S♥♥♥
Maafkan Aku Ya Sahabat2ku..
Maafkan Aku Ya Saudara2ku..
Ampunkan Aku Ya Ayah & Ibu..
Ampunkan Aku Ya Suamiku..
Ku Mohon Usah Tangisi Kepulanganku Nanti..
Jangan Diratapi Pemergianku..
Hadiahkanlah Saja Al Fateha  Buatku♥♥
Relakan Lah Aku Pulang.
Sudah Cukup Aku Terkilan Tika Memburu Bahagia,
Di Atas Dunia Yg Penuh Kesakitan Ini Buatku.
Kini Aku Mahukan Kebahagiaan Yg Ku Rindukan Itu..
Rindu Untuk Bersama Disamping Yg Maha Kuasa.
Kerana Ku Yakin Disitu lah Bahagia Yg Abadi♥♥

NUKILAN: QESH SAYURI RASHID

Selasa, 9 September 2014

CINTA KERANA ALLAH ATAU CINTA KERANA NAFSU

As Salam Sahabat Hatiku Semua♥♥♥
Apakah hakikat sebuah pernikahan?Pertemuan,perkenalan,lalu bercinta dan terus bernikah..Bukankah begitu senario nya yg logik?
Tapi  secara zahir dan batin adakah benar semua pernikahan atas dasar kerana jodoh mereka Allah yg tentukan atau mereka yg menentukan sendiri calon jodoh mereka?
Berape ramaikah yg benar2 mendirikan rumahtangga demi kerana Lillahi Taala?Atau sebaliknya kerana sahutan dan dorongan nafsu keinginan seseorang yg hatinya telah terpikat pada insan yg di inginkan..??
Subjek yg ku ingin ketengahkan adalah mengenai Bernikah Atas Dasar Nafsu Berahi Atau Kerana Allah Taala.Jika dipikir2kan.Tentu anda akan bekata dalam hati "Apa saja si pompuan ni merepek?cakap belit2 pusing2 macam orang mabuk."
Pernahkah anda terfikir seperti yg ku tanyakan?Tahukah anda membezakan sesebuah rumahtangga yg terbina,samaada mereka bercinta demi kerana cinta mereka pada Allah atau semata2 kerana mengejarkan insan pujaan hati supaya menjadi haknya bagi utk melampiaskan dorongan berahi mereka?
Tepuk Dada Tanya Selera dan jawapannya ada pada diri anda sendiri.
Oleh kerana topic ini agak sedikit sensitif maka jawapannya ku serahkan pada anda sendiri fikirkan dan tanya diri sendiri.
Kerana pada ku, pernikahan yg terbina atas dasar kerana allah taala dan ketaatan padanya akan berdiri teguh dengan bertiangkan keimanan serta berdindingkan kecintaan pada allah.
Sementara soal Pernikahan diatas dorongan Nafsu Berahi semata.Pasti perjalanan dalam rumahtangga itu juga segalanya dilaksanakan dengan mengunakan Nafsu saja.Yg Kerana itulah menjadikan penyebab sesebuah perceraiaan.Dimana Nafsu Sudah Berkemuncak mengatasi akal dan hati,sehingga dua element penting ini dlm diri manusia di kuasai sepenuhnya Dengan Nafsu.
Maka dari itu..Belum terlambat untuk anda perbaiki apa2 yg retak,rengang,longgah,goyang atau lopong dalam Mahligai Anda itu supaya ia kukuh dengan berteraskan Keimanan Dan Tawwadduk Pada Allah Azza Wa Jalla.
Waasalam
Selamat Malam
Harap Maaf Sahabat Hatiku Semua♥♥♥

Rabu, 27 Ogos 2014

EPILOG CINTA SEGI TIGA

EPILOG CINTA SEGI TIGA♥♥♥

Kau hadir bak bayang2,
Mengamit rinduku Membelai Jiwaku..
Sejenak Ketibaanmu Menyenangkan,
Sedetik nanti aku kau tinggalkan.

Bak mimpi tapi nyata,
Kau datang lalu kemudian hilang..
Meninggalkan seribu tanda tanya,
Siapakah aku dalam hidupmu.

Sudah cukup sudah,
Segala sandiwara dan sendaloka..
Aku tak rela kau lukai lagi,
Ku mohon tutup saja tirai cinta ini.

Kau aturlah langkahmu,
Dan aku harungi hari hariku tanpamu.
Biar pedih hati menerimanya,
Namun ku yakin ini terbaik buat kita.

Andai benar kau sayangi aku,
Cintailah dia seperti kau menyintaiku.
Hapuslah namaku dari hatimu,
Kuburkan lah epilog cinta segi 3 ini.

PUISI NUKILAN:QESH SAYURI★★

Rabu, 18 Jun 2014

CINTA BANGKU SEKOLAH 2

CINTA BANGKU SEKOLAH 2
SWEET SIXTEEN.....♥
Memori disaat hati mula berjinak-jinak mencuba untuk mengenali istilah Cinta Monyet.Pada ketika itu aku tidak kenal apa arti sebenar perkataan Love atau lebih tepat lagi,Cinta.Biasalah.Lumrah anak seusia 14tahun.Itulah saat usia dimana jiwa sedang berkobar-kobar untuk mencari tahu dan membuat eksperimen setiap apa yg dilihat mata atau didengar dek telinga. Sebenarnya.Sewaktu aku di sekolah rendah,aku sudah pun mengalami satu perasaan yg hadir dari dalam naluriku.Tetapi dikala itu,perasaan dan jiwa ku belum tepat.Maklum saja,fikiran pun belum matang dan setiap apapun tindakanku hanya dengan sebab mahu bermain main saja. Sebaik saja aku menempuh usia Akhil Baglih,yaitu saat aku berumur 13tahun,muncul suatu rasa yg pelik dari hatiku yg paling dalam.Aku mengalami sejenis getaran yg datang dari hatiku jika aku tidak bertemu dengan seseorang.Tetapi,aku belum pasti apakah perasaan itu.Apabila mataku memandang orang yg membuat hatiku bergetar,muncul pula rasa ingin bersamanya berdua saja,dan tidak mahu ada kawan2 yg lain berserta.Maksudnya aku disini adalah.Apabila aku bersama dengan orang yg aku sukai itu,jika boleh aku mahu dia bersama denganku berjalan,belajar berdua,bersiar siar hanya kami saja. Itulah awal permulaan aku dihantui oleh perasaan yg dinamakan asmara. Setelah faham bahawa perasaan getaran dihatiku tadi itu ialah cinta,hadirlah pula rasa rindu.Ingin mendengar suaranya selalu.Mahu bertemu dia setiap hari dan fikiranku juga sudah berubah.Perasaan ku juga sudah semakin yakin pada setiap keputusan yg ingin aku lakukan.Lama kelamaan aku mula berjinak2 menerima pengalaman dimana percantuman sepasang hati yg saling bergetar dek getaran asmara. Alam cinta pertama ku sungguh lucu.Mengapa aku katakan ia lucu? Cinta pertamaku bersama Razif sangat lucu dan mencuit hati jika aku kenangkan.Kami sering merajuk apabila setiapkali salah satu diantara kami membuat sesuatu kerenah yg tidak disukai.Seperti contoh,jika apa kemahuan ku dia tidak beri.Atau,jika dia mengajak untuk bertemu tapi aku tidak datang atau aku datang lambat...(Maklum saja masih anak2 lagikan...?Hehehehhe) Selain kuat merajuk kami juga selalu bertengkar.Bertengkar bukan soal hal serius.Tapi bertengkar kerana hal hal yg remeh temeh.Razif kuat menyakat orangnya.Dia tahu bahawa aku tidak suka bergaul dengan perempuan.Tapi tetap dia akan mengajak aku ke aktiviti yg ada ramai perempuan.Seperti Majlis Ulang Tahun Kelahiran atau setakat lepak lepak di Taman Riadah beramai ramai dengan kawan kawan sekampungnya.Pada masa itu aku akan sengaja Buat Muka,tanda aku protes tindakannya.Dan aku tidak suka. Jadi,jika Razif mahu menyakatku dia akan buat aku marah.Sebab katanya,jika aku marah aku dah serupa seperti 'Mak Nenek' kuat mengomel dan meleteh.Aku akan bermasam muka macam anak kecil yg merajuk pada orang tuanya bila kemahuannya tidak diberi.Justeru,itulah yg paling Razif suka,kerana katanya saat aku sedang merajuk wajah dan gayaku sungguh comel(cute lah kononnya...hehehehe). Aku pula kalau mahu menyakat Razif aku akan sengaja datang lambat bila kami bertemu.Razif akan jadi marah semarahnya kerana dia tidak suka duduk atau berdiri lama lama disatu tempat.Apalagi kalau tempat itu ramai orang lalu lalang,palinglah akan membuat Razif rimas dan bingit.Sebaik saja aku sampai,perkataan pertama yg dia akan kata adalah. "Fuhhh...Jatuh jugak akhirnya,berjam jam tunggu buah gugur dari pokok.Sampai berpeluh peluh...sekarang baru dapat..?!" Sambil menyangkung ditepi jalan yg tidak beberapa jauh dari sekolah ku.Razif menyindirku sebaik aku terpacak di depan matanya. Itulah masa kami selalu bertemu.Waktu aku habis sekolah kami akan bersama kawan2nya Hadi dan Farouk pergi ke Balai Rakyat. Kalau Razif sudah dalam keadaan merajuk seperti itu,selalunya dia akan duduk jauh jauh dari ku.Relek satu korner sendiri dan tidak bercakap apa apa padaku.Selagi aku tidak pujuk selagi itulah dia akan membisu dan alihkan perhatiannya kelain."Aduh...Susah betullah ni Mat Jiwang sorang...Kalau dah merajuk buruk betul kalahkan aku ni yg perempuan.."Aku mengeluh dalam hati setiapkali jika jadi begitu.Itulah paling aku tidak suka soal perangainya. Kawan kawannya juga akan turut menyakat.Terutama sekali Farouk 'Black'.Farouk ialah kawannya satu sekolah,tetapi dia pelajar senior.Setiapkali jika Razif merajuk Farouk akan kata, "Eh Dol...Kau pe hal ni dengan Yan?Kau bawak dia datang jauh2 cukup masa kau relek one corner nak 'Step Cute' pulak..Merajuk lah ni?Eh..kau kalau nak merajuk merajuk macam ni...Kau gi jadi perempuan lah..Buruk Dol!!"Ejek Farouk pada Razif bila dia merajuk pada aku. "Adik Yan?Ni dah apa kena dengan ni mat jiwang satu ni...?!" Tanya Farouk pada aku dalam nadah serius tapi,kelihatan raut wajahnya,dia sedang menahan rasa gelihati hendak ketawa. "Dia merajuk sebab Yan tadi lambat lah abang Farouk...Dah cakap sorry pun masih macam ni..Tak nak cakap..Yan ajak berbual dia 'Buat Bodoh'..Boring je"Jawab ku dengan nadah bosan. Aku pun bangun dan mengalih posisi ku duduk di sebelah Hadi,daripada posisi tadi di sebelah Razif.Kononnya aku pun hendak pura pura merajuk lah tu. Sebaik saja punggungku kuletak dibangku batu sebelah Hadi,aku tersentak dengan tingkah Razif yg tiba-tiba membentak dan datang berdiri di depan mukaku. "Boring ehk?!..U tau tak?Berapa punya boring tunggu di tepi jalan macam tu?Dari berdiri..menyangkung...Penat menyangkung berdiri...!Orang lalu lalang tengokkan I..Dah macam budak selengeh..Panas terik pulak tu!!Hmm...!" Bentak Razif pada ku yg sambil berdiri mengadapku membelakangkan Farouk yg sebentar tadi berdiri sekarang sedang duduk dibangku bekas tempat duduknya Razif. Kelihatan Farouk yang pada masa ini dibelakang Razif sudah tidak boleh menahan lagi rasa Geli hati melihat keletah Razif yg sedang marah berkobar kobar.Yang membuat Farouk gelihati ialah ceritanya Razif.Dan gayanya yg menunjuk keadaanya tadi sewaktu menunggu ku. Secara sepontan Hadi mencelah kata kata Razif. "Apalah kau punya bodoh pergi tunggu dia ditepi jalan?Depan sekolah tu kan ada blok..?!Dah tau panas pergilah tunggu situ..kan dapat teduh daripada matahari..??Hai...Zif...Zif.." Ujar Hadi sambil mengeleng gelengkan kepalanya kerana kepelikkan dengan perangai Razif yang macam Anak Kecil Lantas Farouk pula serentak berkata. "Lain kali kau tak nak penat berdiri dan menyangkung tunggu si Adik Yan ditepi jalan tu..?!Kau bawak bangku adik kau si kecik dekat rumah tu buat duduk tunggu Adik Yan...atau kau sewa je meja payungnya Ah Pek jual suratkhabar depan Stesen MRT tu...sambil duduk ada payung lagi buat 'Take Cover'.." Farouk Menyakat Razif. Dalam perutku dah bergelodak rasa geli hati hanya menunggu untuk ketawa sepuas puasnya.Tapi oleh kerana mahu pura pura merajuk juga,terpaksalah aku tahan buat muka muram.Begitulah Farouk dan Hadi yang selalu kalau bercakap suka 'Loyar Buruk'.Kata kata mereka berdua kelakar habis.Mereka berdualah kawan kawan kami yang paling lucu dan kelakar. "Kau dua ekor pikir aku Badot sarkes ya...??Aku tengah marah kau berdua 'Loyar Buruk' bikin topic gelak ehk..?!"Jawab Razif Mengalih alih pandang ke arah kedua duanya Hadi dan Farouk. Aku pun menyelempang beg sekolahku ke badan,merapikan rambutku lantas ku bangun sambil serentak berkata. "Lain kali kalau tidak ihklas untuk jumpa...Tak payah langsung datang...Dah tu tak payah nak marah marah ni macam...Lambat pun i datang tau...?!I sanggup tipu ayah i untuk jumpa u...Dah gitu u buat perangai macam ni?...U boleh duduk sini merajuk lah sampai besok...Sampai tahun depan sekali pun takpe...I malas nak layan ok.?!"Aku pun jalan tinggalkan mereka semua terpaku membatu disitu kerana di sentap oleh kata kata ku yg tadi agak sikit membengkeng.Aku menuju terus ke Tempat Perhentian Bas,setibanya bas aku pun pulang. Sepanjang dalam perjalanan pulang,aku masih meluap luap dalam hati rasa marah.Gelihati pada keletah kawan kawan dua orang tadi tu sudah lenyap ditelan oleh kemarahan yg tiba tiba saja muncul.Sememangnya benar apa yang aku katakan dalam dialog ku dengan Razif tadi.Aku tidak mudah untuk dapat perluang melepak dengan kawan kawan selepas sekolah.Apa tah lagi hendak bersama Razif pergi berjalan jalan atau setakat bertemu buat sebentar.Aku terpaksa membuat helah atau mereka cerita pada ayah dan keluargaku barulah aku akan dapat buat begitu.Jika tidak jangan harap aku boleh jumpa Razif atau kawan2 lain yang tidak satu sekolah dengan aku. Wajarlah jika aku marah pada perangai Razif yang meragam tidak kena tempat itu tadi.Merajuklah kononnya?Merajuk tapi tidak pakai akal.Aku saja yang harus turuti katanya dan kemahuannya.Tapi bila dia pula buat aku merajuk,dia bikin buat tidak tahu saja.Selamba dan buat 'Act Blur'.Semakin aku marah makin dia bikin aku bingit. Razif sememangnya bukan dalam kategori lelaki yang romantis dan Hati Lembut.Hatinya keras,Sikapnya Mengada ngada dan adakala ego tidak mahu mengalah. Aku pun tidak boleh menyalahkannya kerana kami berdua pun belum cukup matang.Perasaan kami masih belum tepat dan akal belum sekata.Walaupun sering tidak sekata,kami berteman selama 2 tahun sejak tahun 1992 hingga 1994.Fuhhh...lama juga kan? Sebabnya yg buat kami lama berteman ialah kerana ayah kami kawan satu pasukan di Akademi Polis(Reservist Unit). Ayahnya Staff Sarjan Zainal adalah seniur ayahku semasa ayahku berpangkat Prebet.Awalnya ayah ku ketahuan kami berteman ialah ketika waktu Razif berkunjung ke rumah ku,Aidilfitri 1993.Dia disoal bermacam macam soalan oleh ayahku sehinggalah bila Razif ceritakan pada ayahku bahawa ayahnya ialah seorang Staff Sarjan Pencen.Lantas sedetik itu juga,Razif disuruh ayahku menelipon ayahnya.Kerana ayahku rindu sangat pada sahabat lamanya tu. Aku terpegun duduk perhatikan ayahku yg kegairahan(Over Excited). Sebaik saja ganggang telipon dihulurkan pada ayahku,salam diucapkan pada ayah Razif yang berada dihujung talian. "As salamualaikum Staff..?"Salam Disebut Oleh Ayahku Ayahku memicit butang Speaker set telipon lantas suara ayah Razif kedengaran.Tujuan ayahku buat begitu agar kami semua disitu dapat turut dengarkan perbualan mereka. "Waalaikumsalam..Siapa ni?"Suaranya yg besar dan agak garau sedikit menjawab lalu bertanya. "Police Academy BadgeTahun 1978 Prebet Rushdi Manaf..Staff ingat lagi?"Ayahku menjelaskan. "Hmmm...Di?Apa lah kau ni nak ber Staff Staff pulak dengan aku?!..bolehnya aku tak ingat kau?Prebet aku yg paling aku Favourite...Best Of The Best Buddy...Hei macam mana kau boleh dapat nombor telipon aku lah"Ujar Pakcik Zainal ayah Razif. Mata ayah ku pandang ke arah Razif lantas sambil berkata, "Anak anak kita ni dua berkawan rupanya Nal...Anak kau si Razif berkawan dengan Yan anak dara aku.Ni anak kau ada ni di rumah aku.."jelas ayahku.Sempat juga ayah melimpar pandang ke arah ku. Aku sudah semakin tidak kena gaya.Dalam hatiku berasa macam macam rasa ada.Takut,bimbang,risau,keliru,pelik..Semua itu bercampur aduk dalam hatiku bikin aku rengsa.Razif juga sudah mula kelihatan agak kalut sedikit sebaik mendapat tahu ayah kami berdua sebenarnya kawan lama.Hadi dan Farouk yang turut ada sama dirumahku,yg sedang asyik berkaraoke tiba tiba terhenti seketika.Mereka juga kelihatan seperti turut berasa pelik pada keadaan ayahku yg sebentar tadi tegang dan serius kini bertukar jadi candi dan ceria. Farouk bisik di telinga ku. "Adik..?Hmm..Aiyoo tak tau...Adik nak kena Kahwin Paksa lah nampak nya ni..."Usik Farouk Padaku. Aku yang sebentar tadi melihat ke arah ayah ku menoleh ke Farouk lantas berkata, "Aah...abang merepek je?!..14 tahun kahwin apa ke benda nya??..Jangan mengarut." Aku menepuk peha Farouk sebagai tanda gurau. "Bolehlah Dik..Dengan izin Wali boleh nikah lah..Pemerintahan tidak izinkan tapi MUIS dan ROMM beri izin..asalkan dua2 orang tua beri izin dan tanda tangan Surat Pengizinan.."Jelas Farouk kepadaku. Aku tidak fikir apa apa si Farouk ni pula yang berangan macam macam.("Hehehehe"aku ketawa dalam hati pada gelagat Farouk serta penjelasannya) "Ye ke abang?Mana lah Adik tahu soal ni semua..??Belum masa nya untuk Adik mengambil tahu.." Ujarku sambil memerhatikan Razif, yg pada masa ini sudah semakin tidak kena gaya.Dia kelihatan seperti orang yang ada buat kesalahan besar gitu.Lantas Hadi menepuk bahunya menyentakkan kekalutannya. "Oi Zif..?!Kau dah apa kena ni tiba tiba panik semacam..?Ooo...Takut kena kahwin paksa ehk??...Hehehehe" Hadi mentertawakan Razif. "Mana ada panik?...Aku ok je laa..Apa yg kau melalut sampai ke bab kahwin ehk..?!"Razif 'Act Cool' sebaik ditegur Hadi namun reaksi nya aku masih boleh agak bahawa dia masih kegelisahan. Aku masih ingat bahawa Razif pernah memberitahu aku,Orang Tuanya tidak suka dia ada 'Girlfriend' Mataair.Ayah dan ibunya Razif jauh lebih tegas dari ayahku.Malahan,Orang Tuanya Razif bukan saja tegas tapi warak serta alim.Razif datang dari keluarga yg kuat dengan disiplin serta didikan keislaman.Pergaulan bebas antara perempuan dengan lelaki yg bukan muhrim,memang ditegah sangat oleh ayah dan ibu Razif.Jadi nampak gaya,Razif risaukan soal itulah.Dia tidak tahu ayat apa untuk diatur supaya dapat menjawab soalan ayah nya nanti bila dirumah. "Aku bukan takut kena Kahwin Paksa..Aku tengah pikir apa ayat nak 'sembuh' depan muka Orang Tua aku tu nanti..Adoii...Pecah otak sekejap..?!"Jelas Razif Pada Hadi. "Apalah salahnya kau jujur saja bilang ayah kau tu..yg kau berkawan dengan Adik Yan...Susah sangat ke..?Tk kan lah kau jujur pun dia marah Zif..?Lainlah kalau dia dapat tangkap sendiri..Tu Lain Story bro..?!" Kata Hadi pada Razif lalu kemudian mencapai gelas dimeja untuk minum air yg aku hidangkan buat mereka. Kebetulan memang niat mereka ke rumahku untuk berkunjung sempena Aidilfitri,makanya ayah aku izinkan.Jika tidak ,jangan haraplah dapat buat begitu.Agak lama juga ayah ku berbual ditelipon dengan Pakcik Zainal ayah Razif.Dari berbual melalui speaker,sekarang beralih gunakan ganggang telipon semula. Setelah hampir satu jam berbual akhirnya tamat juga perbualan mereka. Seraya itu ayahku pun berkata. "Ni dah berhenti ke melalak?..Ayah tak dengar pun orang menyanyi lagi.." Tanya Ayah Ku pada aku. "Ayah kan tadi berbual ditelipon...jadi mereka pun berhentilah sebentar..Takut nanti terganggu pula perbualan ayah tadi..atau ayah kurang jelas dengar perbualannya Pakcik Zainal..." Jawab Aku Memberi Alasan. "Hmmm...ayah ingatkan tadi party dah habis dah..Ah Razif..Ni Pakcik nak cakap sikit ni dengan kau..Pakcik harap kamu jangan ambil kesempatan buat benda tidak elok pula...mentang mentang kamu tahu pakcik berkawan rapat dengan ayah kamu..Faham?!" Tegas Ayahku Pada Razif.Razif hanya mengangguk kepalanya sebagai tanda menurut kata nasihat ayahku tapi dia tidak cakap apa apa.Mulutnya seolah terkunci. "Dan satu lagi ni pakcik nak beritahu kamu...Jangan kamu berdua pikir bahawa pakcik membenarkan kamu berdua menjalinkan apa apa hubungan lebih dari setakat kawan...Faham Tidak..?!Ingat..kamu berdua masih pelajar..pakcik mahu Kamu berdua tumpukan pada pelajaran dulu..Kalau ada jodoh tidak kemana..Insha allah tentu kamu berdua akan disatukan..Ingat ni Yan Pesan Ayah?..U don't go over my boundary and limits ok..?!" AYAH TENUNG MATA KU. Lidah Ku Kelu Untuk menjawab. Wajah Razif pada saat ini sudah merah padam.Entah apa yang dia sedang rasakan pada masa itu aku tidak tahu.Tapi aku dapat mengagak perasaan Razif diketika itu.Bimbang,Ketidak pastian dan keliru. Maklum saja,kami berdua masih mentah lagi soal hal hal serius. Perhubungan kami ini juga masih belum jelas apakah status nya yang sebenar.Entah bercinta,entah berteman atau sekadar suka suka saja.Semua itu masih menjadi tanda tanya,hanya satu yang sudah jelas dan pasti.Kami sudah semakin rapat walau perasaan kami masih belum tepat.Ungkapan paling tepat ialah,Kami belum kenal apa itu makna 'In Love'(Bercinta),walau pada hakikatnya kami berdua sedang mengalaminya. Inilah pengalaman Cinta Pertama ku yg bermula dengan memori Cinta Monyet.Penuh dengan kenangan manis disamping kawan2 tersayang.Kawan2 yg semuanya lelaki hanya aku seorang saja perempuan.Tidak ada soal cemburu dan tidak ada timbul rasa mahu menghianati antara satu sama lain.Segalanya bahagia saja. Mereka menghormatiku sebagai kaum perempuan dan menganggapku sebagai adik mereka.Tidak pernah mereka melakukan hal hal yang biadap terhadapku.Begitu juga dengan antara ku dan Razif.Kami menjaga batasan kami dan kami tidak pernah sekali pun dalam selama 2 tahun,menodai kesucian martabat kami.Aku menjaga kehormatan ku sebagai Perawan dan dia menjaga pendiriannya serta Keterunaannya. Kami sedar,bahawa hubungan yang kami jalinkan itu satu hal yang haram dalam undang undang syariat islam.Walau belum cukup matang memahaminya,namun yg jelas,kami mempelajarinya dari didikan isi kandungan Al Quran.Maka kami wajib patuh pada suruhannya serta perintah Illahi. Apalah daya sebagai manusia yg lemah lagi kerdil,tiada aku berdaya atau upaya untuk menghalang hasutan kata naluriku.Kami tetap seperti remaja2 lain yang sedang asyik ber mataair,jalan berpimpinan tangan.Adakala dia mengucup pipiku atau sebaliknya aku,kala disaat menyenangi kebersamaan yang kami jalani itu.Akan tetapi,setakat sampai disitu sajalah keintiman kami.Tidak lebih dari itu.Kami masih sedar akan kenyataan bahawa kami masih bawah umur dan kami masih pelajar. Razif ialah salah satu lelaki yang paling tampan dalam senarai lelaki yang aku kenali yang berteman rapat dengan ku.Kulitnya cerah,perawakannya menyerupai pelakon hero filem Hindustan Amir Khan.Hidungnya mancung berkening lebat serta bola matanya berwarna Coklat gelap..Tubuh badannya sederhana dan ketinggiannya 1.86cm(Coba anda bayangkan ciri cirinya yang aku jelaskan.Hensem kan??Hehehhehhe)Maklum saja,darah keturunan Bangsa Peranakan India bercampur pula dengan ibunya yang Berbangsa Belanda.Hasilnya sudah pastilah sangat tampan dan cantik anak anaknya.Itulah Mohd Razif Zainal.Teman lelakiku yang juga sekaligus menjadi Cinta Pertama Ku diusia semuda 14 tahun.Razif tua dariku dua tahun kerana dia lahir tahun 1978.Pertemuan kami bermula dari di satu pesta Hari Jadi yang aku hadiri.Dan aku dikenalkan padanya oleh kawan sekolah ku Shida & Suzy. Disitu jugalah aku mengenali Hadi dan Farouk serta kawan kawan mereka yang lain seperti Sohanis,Sufiyan,Dean,Aan,Wan,Shahrin dan ramai lagilah nama nama mereka.(Ada yang aku sudah lupa nama mereka.)Shida merupakan Mataairnya Farouk dan manakala Suzy,salah satu kawan ku yang berbangsa India pula,adalah adik kepada Rajah yang juga kawan Razif dan abangnya. Pendekkan cerita tentang memori bersama Razif,hubungan yang kami jalinkan itu hanya bertahan selama 2 tahun saja.Kami putus(Break Off) pada pertengahan tahun 1994 angkara kerana ketidak matangan fikiran dan juga perasaan.Razif dalam senyap telah mempunyai 'Spare tyre'.Bukan satu tapi dua...Fuhhh. Hebat bukan?(Hehehheh).Aku mendapat tahu hal itu dari kawan kawannya yang melaporkannya padaku.Kerana mereka jujur pada ku dan berasa tindakan Razif menghianati aku itu salah.Aku tika itu masih lugu dan bodoh,mempercayai bahawa Razif cuma bersama aku saja.Dan aku tidak pernah menyangka seorang lelaki yang berpendidikan islam yang kuat serta disiplin yang ketat,boleh melakukan penghianatan yang seperti itu. Apalah hak aku untuk menghalangnya,sedangkan aku sedar,keadaan kami tika itu masih mentah.Maka jelaslah,setiap tindakan yang dibuat tidakkan pernah tepat dan betul.Aku pun mengalihkan perhatian ku ke arah yang lain.Aku tumpukan sepenuhnya pada pelajaran ku dan banyak menghabiskan masa bersama kawan kawan sekolah ku. Saat aku mengetahui bahawa aku di khianati Razif,aku hanya menerimanya sebagai satu pelajaran baru dalam pengalaman hidupku.Pengalaman pertama dalam alam Cinta Monyet.Jelaslah mengapa Orang Tua menamakannya Cinta Monyet.Kerana kelakuan itu serupa seperti Monyet yang suka bergayut dan bergantung dari satu pokok ke satu pokok yang lain.Lazimnya Monyet memang tidakkan kekal di satu pokok saja.Pasti ia akan berpindah randa di setiap pokok yang ada di hutan.Begitulah juga kesimpulan bagi anak remaja yang menjalani hubungan Cinta Monyet.Secara normal,mereka tidak pernah kekal dengan satu pasangan saja.Setiap bulan.Setiap tahun tentu bertukar tukar pasangan.Adakala,satu tahun bertukaran saja pasangannya.Kalau tahun sudah bagus,kadang kala dalam satu bulan bergonta ganti terus menerus.Atau lebih dahsyat lagi,seminggu sekali.(Hehehhehhe...memang betullah perangai tu serupa MONYET!!!...) Walaupun aku sudah putus hubungan dengan Razif,tapi kami masih berkawan kerana ayah kami dan juga kawan kawan yang lain.Namun,aku tika itu sudah tiada apa apa perasaan lagi padanya.Aku menanggap dia seperti kawanku yang lainnya.Dan perasaan ku mula hambar terhadapnya.Aku tidak marah pada Razif sama sekali.Aku menerima pengalaman itu sebagai satu pengajaran agar,jangan mudah mempercayai kata manis dan sikap tingkah seorang lelaki,yang kelihatan pada zahirnya baik saja.Tapi pada hakikatnya dia boleh membuat onar dalam senyap. Berakhir sudah tahun 1994,aku beralih arah bertukar kawan.Kawan kawan ku dari sekolah yang lain.Dan kawan kawan yang lebih dewasa dariku.Aku dikenalkan pada mereka oleh Shida.Kawan kawan Shida aktif dalam bidang seni.Seni Dikir Barat.Kebetulan aku juga minat dalam bidang seni Tarian Melayu dan Dikir barat.Kali ini pengalaman ku berbeza dari yg sebelumnya.Fikiran ku juga sudah berbeza kerana pengalaman bersama Razif dan kawan kawannya banyak mengajarku soal percampuran dengan berbagai jenis watak manusia.Oleh itu,aku sudah tiada ragu dalam memilih kawan kerana aku mula memahami pengertian dalam sebuah persahabatan dan perhubungan. Mohd Noor Haliz,lelaki kedua yang aku kenali secara rapat,selepas Razif.Tika ini aku mengharungi penghijrahan menuju destinasi ku dalam Alam Percintaan yg penuh dengan pengaruh perasaan. Masih lagi kisah Cinta Monyet.Tapi kali ini,ia sangat berbeza dengan pengalaman ku yang awal.Ia lebih membabitkan sepenuh penuhnya perasaanku yang sudah semakin matang.Jiwa dan naluriku juga sudah makin utuh tiada goyah lagi dalam membuat keputusan. Aku mengenalinya pada akhir tahun 1994 selepas beberapa bulan aku break off dengan Razif.Noor Haliz atau Izz,nama singkat yang aku selalu memanggilnya,beliau seorang lelaki yg berjiwa lembut.Romantis sudah pasti,kerana Izz sering memanjakan ku.Pertuturan bahasanya bila dia bercakap dengan aku tersusun rapi dan sangat sopan.Fikirannya juga jauh lebih matang dari Razif. Itu adalah kerana kawan kawannya semua berusia lebih dewasa darinya.Aku juga senang berkawan dengan mereka.Aku berasa aman setiapkali disamping Izz.Lama kelamaan,rasa sayang yg amat sangat muncul dalam jiwaku terhadapnya.Kali ini perasaan ku membabitkan adanya rasa sayang.Jujur ku katakan,itulah kali pertama aku mengenali arti perkataan yg sering diungkapkan yaitu LOVE(CINTA). Inilah benar benar pengalaman ku bercinta,dan ia telah merasuk sepenuh jiwaku.Tumpuanku sepenuhnya hanya padanya.Aku mengakui,ia turut menjejas konsentrasi ku terhadap pelajaranku.Aku dihanyutkan oleh perasaan yang mencengkam mindaku.Aku jadi semakin berani dan nekad terhadap apa saja kemahuanku atau perbuatanku.Perkenalan antara kami mula mesra hanya dalam sesingkat waktu.Kami berkawan selama sebulan lalu kemudian kemesraan antara kami semakin erat. Aku tidak percayai pada awalnya tika Izz menyuarakan hasrat hatinya untuk menjadikan aku sebagai kekasihnya. "Ayang ku sayang...izinkanlah abang memiliki hatimu agar abang dapat mengabadikannya didalam hati abang..?Mahukah Ayang menjadi kekasih Abang...?Kenapa Ayang membisu tidak menjawab pertanyaan abang?"Izz merayu ku sambil telapak tangannya menyingkap rambutku yang mengurai menyembunyikan wajahku tika aku berpaling memandang kearah lain.Sedetik itu, aku mengapai tangannya yang tadi menyingkap rambutku lantas mengenggamnya seraya berkata. "Betulkah apa yang abang kata..?Ayang tidak tersilap dengar ke...? Atau sekarang ni Ayang sedang bermimpi...?"Ketika itu sedang bersarang dihatiku rasa bahagia bercampur sayu.Air mata keharuan sedang bertinggik di sudut relung mataku,hanya menanti untuk menitis.Belum pernah aku mengalami perasaan seperti itu.Inilah peristiwa yg paling tidak dapat aku lupakan dalam adegan cinta antara aku dengan Izz.Bersaksikan pohon pohon menghijau di sekeliling kami serta sekumpulan burung pipit sedang bermain di pinggir batu batu kolam air taman yang indah itu.Inilah saat sepasang remaja yang sedang dilanda asmara mencurahkan perasaan dan hasrat yang terpendam dihati. Izz mengalih posisinya yang tadi duduk disamping ku.Kini dia bangun terus berlutut didepan ku(pose orang yang sedang mahu melamar gitu..) Sambil satu tangannya diletakkan dipangkuanku dan yang satu lagi mencuit daguku mendongakkan wajahku yang menunduk,lantas Izz berkata. "Azean...Sayang abang..,Abang berjanji pada Ayang setiap apa yang abang katakan tadi benar...dan abang mahukan kita berkekalan selamanya...sampai nanti bila kita dewasa...abang ingin kan Ayang menjadi suri dalam hidup Abang...Percaya lah Sayang.." Izz berkata dengan penuh perasaan,lalu mengucup lembut dahiku.Aku terpaku membisu dengan perasaan yang penuh keharuan.Airmata bahagia kini sudah menitis ke pipi.Aku sendiri hairan mengapa tiba tiba perasaan itu muncul. Remaja seusia 15tahun mengalami pengalaman ini,sudah pasti akan kehairanan seketika kerana belum pernah berdepan dengan situasi begitu.Apatah lagi mendengar kata kata rayuan seperti yang dilafazkan Izz.Memang ia satu keadaan yang sukar dibayangkan dengan kata kata.Inikah yang dinamakan asmara...?Sememangnya ia terlalu indah sekali. Hatiku tersentuh seketika setelah mendengarkan luahan hasrat Izz,tapi aku masih mempunyai rasa keraguan.Pengalaman tika bersama Razif telah mempengaruhi ku.Takut ia berulang lagi.Walau hati masih ragu,aku tetap menerima niat hati Izz dan aku serahkan hatiku padanya.Lalu kami pun sah bergelar kekasih sejak dari saat itu,pada awal tahun1995.Lama kelamaan kami semakin intim. Perasaan malu atau segan tika di khalayak ramai sudah lenyap.Aku menjadi semakin nekad.Mungkin pada masa itu akibat terlalu keasyikkan menerokai alam percintaanku,ia telah mengubah segalanya tentang diriku.Termasuklah tindakkan,tingkah laku juga pemikiranku.Aku sudah tidak sedar bahawa aku dan Izz masih lagi pelajar.Lama kelamaan perubahan ku telah disedari oleh Orang Tua ku.Ayahku mengawal pergerakkan ku semakin ketat dan tidak sesaat pun aku boleh lepas dari pemantuannya. Kerana terlalu menuruti kata hati dan kemahuanku,aku melanggar larangan ayah ku.Aku mula tidak memperdulikan nasihatnya.Aku main sembunyi sembunyi dari ayah ku supaya setiap perjumpaan ku dengan Izz tidak di ketahuai oleh ayah.Namun ternyata,aku kalah.Aku menyangka aku akan berjaya untuk membuat ayah ku terlepas pandang,tapi salah sama sekali. Berlakulah satu peristiwa yang aku tidakkan pernah lupakan buat seumur hidupku.Kejadian berlaku ketika aku sedang berada di rumah Izz.Pada masa itu hanya kami saja yang berada didalam rumah.Orang Tua Izz bekerja dan hanya akan pulang pada lewat petang.Tika itu kami baru saja pulang dari sekolah.Izz bercadang pulang sebentar untuk mengganti pakaian kerana selepas itu dia ada pertandingan Bola Sepak.Aku menemaninya pulang kerana aku juga mahu ikut sama.Sampainya aku dirumahnya,aku pun masuk ke kamarnya untuk menonton TV.Jadi Izz pun menanggalkan bajunya dan terus ke kamar mandi. "Tok Tok Tok!!!...."Bunyi pintu rumah Izz yg bertutup tadi diketuk oleh seseorang.Aku tersentak tapi tidak berani untuk membukanya kerana keberadaan ku disana tidak diketahui oleh sesiapa.Aku pun membiarkannya dan tidak lama pun,Izz yg hanya bertuala mandi dipinggangnya keluar dalam setengah tubuhnya masih basah. Aku menunjukkan reaksi ke Izz bahawa ada orang diluar rumah mengetuk pintu tadi.Dan aku menyuruhnya pergi lihat siapakah yang datang.Dada ku berdegup laju.Selaju kuda berlari.Dahiku mula berpeluh dalam hatiku berasa panik. "Azean...!!!Buka pintu ni...!Ayah tahu kau ada didalam...!" Suara Ayah ku yang memanggilku dengan nadah sangat bengkeng. "Ayah..?!Aduh...!Mati aku kali ni...Jahannam...!!!"Aku kekalutan sebaik mendengarkan suara orang diluar tadi.Rupanya ialah ayahku.Oleh kerana kelam kabut, Izz terus saja meluru ke pintu dan membuka pintu.Masih dengan bertuala dipinggangnya,Izz menyambut kedatangan ayahku. "Astaghfirullah al azhim...Apa yang engkau berdua sudah lakukan?!...Mana Azean anak aku..?"Ayah ku melihat keadaan Izz begitu lalu menyangka bahawa kami telah melakukan pengzinaan sebentar tadi. Izz menjawab dengan tenang dan suara yang sedikit pun tidak menunjukkan apa apa salah. "Bertenang pakcik...Jangan salah faham...,Saya tidak mengapa apakan Azean...Percayalah...Saya baru saja selesai mandi kerana hendak bersiap siap untuk ke pertandingan Bola Sepak nanti bersama Azean..."Jelas Izz dengan tenang dan pertuturan yang sopan pada ayah ku.Aku yang masih berada di dalam kamarnya sedang ketakutan dan tidak berani untuk menunjuk muka ke ayah ku yg diluar rumah. "Mana Azean...!Yan...kau keluar sekarang...Balik!!"Tengking ayah ku lantas terus berlalu pergi.Tanpa berkata apa apa pada Izz,Ayah beredar dengan hatinya penuh membuku rasa kemarahannya pada aku.Aku masih kehairanan sampai ke hari ini,bagaimana ayahku boleh tahu alamat rumah Izz?Boleh jadi ayah menjejak kami sejak dari sekolah hingga ke rumah Izz. Izz masuk ke kamar dan melihatku menangis duduk dipinggir katilnya.Lalu dia duduk depanku dan memujuk ku sambil berkata. "Ayang...?Sudah lah Tu...Sudah jangan nangis...Jangan takut ok..?!..apa pun terjadi abang tetap sayang ayang...dan kita hadapi apa pun yang bakal terjadi bersama..."Pujuk Izz meyakinkan aku. Masih menangis lagi.Aku sedang bayangkan apakah yang bakal terjadi nanti bila aku sampai dirumah. "Ayang sedang pikir...macam mana ayah boleh tahu rumah abang...?Sampai je rumah...Ni tentu Ayang kena pukul...Atau worst..Ayang tak boleh jumpa abang lagi...Macam mana..?!"Aku menangis makin terisak isak.Perasaan ku bercampur aduk ketika itu.Cuma yang mempengaruhi fikiran ialah,aku akan dimarahi dan dipukul oleh ayah.Lalu selepas itu sudah pasti aku tidakkan bebas.Dan aku tidak boleh bertemu Izz lagi. "Releks Sayang...Sekarang pergi cuci muka..segarkan wajah tu semula..kemudian abang hantar pulang..dah sudahlah jangan nangis..Hilang manis sayang abang ni kalau nangis.."Izz memujukku.Akupun mula sedar bahawa Izz sudah lambat untuk ke acaranya.Aku menyegarkan mukaku dan merapikan diri bersiap siap untuk dihantar pulang oleh Izz.Aku masih kekalutan.Fikiranku kebimbangan dan perasaanku ketakutan. Ketakutan untuk menghadapi kenyataan yang berkemungkinan akan menyebabkan adegan kisah cinta ku berakhir.Dan ketakutan menerima kesan diatas kedegilan ku melanggar larangan ayahku.Sehinggakan aku Tertangkap Basah oleh ayahku. Dilema ku pun berlaku diantara menuruti perintah Orang Tua dengan mempertahankan hubungan cinta ku bersama Izz.Aku terbelenggu dipertengahannya.Jika aku melanggar perintah ayahku dan teruskan hubungan itu,berarti pada masa yang sama aku telah mengecewakan ayahku.Harapan ayahku untuk aku menjadi anak yang taat pada perintah Orang Tuanya dan menjaga martabat keluarga.Ternyata aku telahpun menghempas harapan dan kepercayaan ayahku jadi berkecai dan tidak boleh dicantum kembali. Sepanjang perjalanan pulang sambil bertemankan Izz,Fikiran ku menerawang jauh memikirkannya. Sambil kepalaku bersandar melentok dibahu Izz aku berbisik ditelinga Izz,agar tidak kedengaran oleh penumpang lain yang bersebelahan dalam Pengangkutan Awam itu. "Abang..?Kalaulah ayah melarang kita untuk berjumpa....Dan kita dipaksa putuskan hubungan kita...Bagaimana..?"Bisik ku dalam nadah yg sendu.Mataku masih merah kesan dari tangisan ku.Izz merenung mata ku yang sayu itu lalu berkata, "Tidak ada siapapun yang akan memisahkan kita selain kuasa Illahi..Abang mahu Ayang pegang kata kata abang ni..Biar apapun terjadi..Cinta Abang pada Ayang tidak akan berubah..Dan Abang mahu Ayang yakin pada Abang.."Jelas Izz dengan tegas namun tetap lembut dan tersusun rapi kata katanya.Aku dapat melihat airmata sedang bertakung disudut matanya.Namun ia ditahan dari jatuh. Aku menggenggam telapak tangannya sambil berkata, "Dan jika takdir Illahi juga menetapkan kita berpisah..?Apakah kita tetap akan terpisah Abang...?"Aku menyuarakan ketidak pastian ku. "Tidak..!Kita tidak akan berpisah..Atau terpisah sama sekali...Walaupun jika takdir Illahi tetap akur memisahkan kita...Namun percayalah Sayang..Ayang tetap dalam hati Abang.."Lalu Izz merangkul ku kedalam pelukannya,seraya meyakinkan ketidak pastian ku. Saat itu senduku semakin menebal didada.Aku sudah tidak perdulikan orang lain yang disitu yang mungkin memperhatikan kami.Hanyut dibawa perasaan ku,aku membutakan pandangan ku dari melihat yang lain.Hanya yang ada dalam pandangan ku adalah Izz kekasihku serta dunia percintaanku. Disudut kotak fikiran madih terbayangkan ayah.Aku semakin cemas setibanya di kawasan perumahan ku.Menyeret langkah kaki ku yang melangkah dalam keterpaksaan,serasa seolah seperti Persalah di penjara yang bakal menerima hukuman gantung sampai mati.Begitulah keadaan ku disaat melangkah pulang.Kami masih jalan bergandingan tapi dada ku menyimpan seribu macam perasaan. Sampai saja di bawah kolong rumah pangsa, tempat tinggal ku,Izz melepaskan tanganku lalu sambil berkata. "Ayang ingat pesan abang..Jangan fikir yang bukan bukan ok sayang...Balik tenangkan fikiran dan dengarkan apa Ayah kata..Jangan lawan cakap dia..Faham Sayang..?Ingat tau..Abang sayang Ayang...Dan Nothing can break us apart... Believe Me.." Ujar Izz tambah meyakinkan aku untuk berdepan dengan Ayahku. "Ok Abang...Apapun yang terjadi..Tidakkan mampu merubah cinta kita..Itu janji Ayang pada Abang.."Aku menyuarakan kata hatiku. Kaki ku melangkah masuk ke dalam lift,tapi aku sempat menatap wajah Izz sebelum meneruskan langkah ku. Izz tidak mengikut naik ke rumah kerana harus bergegas ke acaranya yang tadi sudah terhambat oleh kejadian sebentar tadi dirumahnya. Setiba dihadapan rumah ku,sudah dapat dilihat dari luar pintu,ayah sedang duduk di meja makan membaca suratkhabar.Wajahnya tenang seperti biasa,tapi aku boleh mengagak,dalam hatinya masih membara kemarahannya.Adik adikku Angah dan Busu sedang menonton TV sementara nenekku sedang melipat sidaian yang sudah kering.Keadaan dirumah seperti biasa saja,masing masing dengan aktiviti biasanya.Ibuku tidak berada dirumah kerana sibuk menguruskan perniagaannya. Aku melangkah masuk ke dalam rumah,seperti biasa,aku akan terus ke kamar mandi untuk membasuh kaki sebelum melanjutkan langkah ke ruang yang selainnya.Aku mengambil segelas air dingin dari peti sejuk untuk menghilangkan dahaga,tika itulah ayah ku bersuara. "Azean mari sini...!?Angah...?Bawak adik masuk dalam tengok TV dalam bilik...Ayah nak cakap dengan along ni..."Ayah ku mengarahkan adik adikku untuk masuk ke kamar.Aku melangkah ke ruang makan untuk berdepan dengan Ayah ku."Dag Dug...Dag Dug"Dada ku berdegup dengan cemas.Wajah ayah ku yang sebentar tadi tenang sekarang sudah serupa seperti Singa Lapar yang menanti untuk menerkam mangsanya untuk dimakan. "Pang!!!..."Penampar Ayahku menghinggap ke pipiku dengan memberi kesan yang sangat pedih dan pijar.Maklum saja,Ayahku berbadan besar.Telapak tangannya lebar dan tebal.(Nampak Bintang Berputar Disekeliling ku...hehheheh) Aku tidak melawan hanya berdiam menahan sakit.Didada menahan rasa hendak nangis tapi aku tahan.Begitulah aku setiap kali dimarahi ayah.Aku tidak menangis seperti anak perempuan lain tapi aku akan kuat tahan lasak seperti lelaki.Ayah bangun dari posisinya yang sedang duduk lalu menarik telinga ku dengan tarikkan yang amat perit sekali. "Baru setahun jagung ada hati nak bermataair ehk...?!!Kau dah lupa apa yang ayah pernah kata pada kau dulu..!Jangan Langgar Batas... !!Now u really already go against my limits..!Tengking ayahku.Nenek ku melihat perbuatan ayah ku lalu menegur, "Kalau marah anak tidak gunakan tangan boleh..?!Mak tak pernah ajar Rushdi buat begitu..!Cukup setakat cakap Di..!Tidak perlu Jalan Tangan..!?"Tegas nenek ku pada Ayahku.Aku kesayangan nenek dan datukku.Memang Ayah dan Ibuku dilarang meletak tangan pada aku dan adik adik.Apatah lagi menjentik kami. "Ni cucu Mak dah melampau..!!Dia sudah berani berdua duaan dengan Jantan..!Mak nak suruh Di diamkan..?!"Jelas ayah ku pada nenekku.Aku masih terpacak berdiri macam batu.Keras hati,keras kepala dan tidak menunjuk apa apa reaksi di wajahku.Namun di hati ku membuku rasa kesal kerana melanggar perintah Ayahku.(Tapi apa kan daya..?Well..??In Love..Hehhehe) Nenek ku masih diposisinya duduk bersila melipat pakaian yg mengunung menjawab penjelasan ayahku. "Memang dia salah..Tapi kalau mahu mendidik dan mengajar jangan gunakan kekerasaan..Budak ni takkan dengar..Nanti dia buat lebih dahsyat dari tu..Yan..?Betul apa ayah cakap tu..?"Nenek bertanya padaku.Aku hanya menanggukkan kepala sebagai tanda mengiakan apa yang Ayah katakan.Nenek ku sambung. "Mak dah kata dengan Yan...jaga diri..jangan langgar larangan Tuhan..Berdosa buat begitu kan..?Haram Hukumnya Yan.."Nenek menasihatuku.Ayahku duduk dimeja menyalakan Paipnya dan menhisapnya untuk menenangkan keadaannya yang sedang membara.Aku merenung nenek ku dari kejauhan dengan membisu seribu bahasa.Aku tahu perbuatanku salah dan telah melanggar Hukum Islam.Maka wajarlah juga Ayahku marah kerana itu tanggung jawabnya sebagai pendidik serta Ketua Keluarga.Dia mahukan yang terbaik buat aku. Keadaan masih lagi belum reda dan kemarahan ayahku belum habis.Aku tidak bertindak apa apa hanya berdiri tegak seperti tunggul mati.Tidak berbunyi dan tidak bergerak dari posisiku. Ayah merenung mataku dengan tenungan yang amat tajam.Lantas dia bersuara, "Dulu kau berkawan dengan Razif tidak senekad ni..Tapi sekarang kenapa kau sampai berani berdua duaan dengan lelaki di dalam rumah macam tu..?Kau tidak takut ke kalau apa apa terjadi pada kau Yan..?!Kau tu kan dah Anak Dara..bukan kecil lagi macam adik adik kau..!Kau tahu tak..?!Kau Ni Sudah Boleh Jadi Mak Orang..!Maksudnya kau tu sudah oleh Hamil..!!Kalau sampai terjadi hal itu macam mana Yan..?! Kau sikit pun tidak kesiankan Ayah dan Ibu..Sanggup kau buat macam ni..?!"Jelas Ayah ku. Aku diam.Mataku terkelip kelip menahan sebak.Sekarang lah naluri perempuan datang meliputi dadaku.Tika Ayah meluahkan rasa kecewanya terhadap perbuatanku,yang awalnya tadi tidak memikirkan perasaan Orang Tua ku.Aku menjawab dalam keterpaksaan. "A..pa yang ayah nampak ..de..ngan apa yang ayah pikir sa..lah... Izz..dan Yan..Tidak buat apa yang ayah pikir..Ma..sa ayah sampai..Izz mandi dan Yan dibiliknya tengok TV..Ayah ketok pintu..Izz dengar dia keluar dari bilik air dan buka.."Jelas ku perlahan lahan dalam nada gugup tapi yang pasti,niat ku ialah mahu mempertahankan Izz.Supaya ayah tidak membencinya atau menuduhnya. "Bohong..!!Yan pikir Ayah Bodoh Ya..?!..Ayah tidak pernah muda seumur Kau..!Kau tak perlu hendak Cover budak Jantan tu..Kurang Ajar..!!Berani bawak balik Anak Dara orang ke rumah..Tidak ada Orang Tua pulak tu...?!Kau fikir tu Baik..!Betul ke perbuatan itu..?!"Tengking Ayah ku. Aku diam tidak menjawab,namun yang jelas aku sedar itu satu perbuatan salah.Sepatutnya aku tunggu dibawah Kolong rumahnya saja tanpa perlu ikut masuk ke rumahnya.